Breaking News:

242 Umat Katolik Terima Sakramen Krisma dari Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus di Paroki Ambawang

Mgr Agustinus Agus juga mengatakan, Pesta Minggu Pentakosta mengingatkan umat untuk meneladani para Rasul.

IST/Komsos KAP
KRISMA - Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, memberikan sakramen krisma kepada satu di antara umat, Sebanyak 242 umat Katolik menerima Sakramen Krisma di Gereja Katolik Stasi Santa Clara Korek, Paroki St Fidelis Sungai Ambawang, Minggu 23 Mei 2021. 

CITIZEN REPORTER

Samuel | Komsos Keuskupan Agung Pontianak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SUNGAI AMBAWANG - Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, memberikan sakramen krisma atau penguatan kepada 242 umat Katolik di Gereja Katolik Stasi Santa Clara Korek, Paroki St Fidelis Sungai Ambawang, Minggu 23 Mei 2021.

Dalam kesempatan itu Mgr Agustinus Agus didampingi Pastor Paroki RP Lukas Ahon CP dan RP Petrus CP. Misa dimulai tepat pukul 09.00 WIB. Dalam homilinya, Mgr Agustinus Agus mengatakan bahwa misa sakramen krisma bertujuan untuk mendewasakan iman. Sebab sejak seseorang sudah dibabtis artinya mereka menjadi bagian dalam gereja.

“Namun tak hanya sampai di situ, jadi mereka yang sudah menjadi Katolik harus menerima sakramen krisma agar orang yang sudah Katolik menjadi dewasa,” kata Mgr Agustinus Agus.

Mgr Agustinus Agus juga mengatakan, Pesta Minggu Pentakosta mengingatkan umat untuk meneladani para Rasul. Karena para Rasul juga telah dikuatkan dan diberanikan dengan karunia Roh Kudus.

KRISMA - Satu di antara umat menerima yang menerima saramen krisma di Gereja Katolik Stasi Santa Clara Korek, Paroki St Fidelis Sungai Ambawang, Minggu 23 Mei 2021.
KRISMA - Satu di antara umat menerima yang menerima saramen krisma di Gereja Katolik Stasi Santa Clara Korek, Paroki St Fidelis Sungai Ambawang, Minggu 23 Mei 2021. (IST/Komsos KAP)

Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, mengisahkan bahwa minggu itu merupakan pesta Pentakosta, ketika Roh Kudus turun ke atas para Rasul di ruang atas dan memberanikan mereka untuk dengan berani membagikan kabar baik tentang Kristus. Ia mengatakan, kisah ini terdengar luar biasa dalam Alkitab, dengan angin kencang dan lidah api yang luar biasa.

“Tetapi yang paling luar biasa adalah bahwa kita masing-masing telah berpartisipasi dalam Pentakosta, dan itu mengubah jiwa kita selamanya,” kata Mgr Agus.

Ia mengatakan, selaras dengan itu, pengalaman para rasul tentang Pentakosta adalah asal mula sakramen penguatan. Sama seperti pada hari Pentakosta, sakramen ini adalah pencurahan Roh Kudus.

Semua orang Kristen adalah anggota keluarga Allah berdasarkan pembaptisan, tetapi menerima penguatan memperkuat dan melengkapi rahmat yang pertama kali diterima saat pembaptisan. Sejak peristiwa Pentakosta baru muncul gereja dan para murid Yesus mulai menyebarkan Firman.

“Itulah kisah yang bisa kita petik yakni manusia menjadi kuat jika Tuhan campur tangan dalam dirinya,” kata Mgr Agus.

Dalam homilinya, Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, menyampaikan bahwa setiap baptisan dan tahbisan suci, sakramen penguatan meninggalkan tanda yang tak terhapuskan pada jiwa. Begitu juga krisma yang baru diterima oleh 242 umat Katolik tersebut.

Sementara itu RP Lukas Ahon CP mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah menerima sakramen Krisma. Pastor Lukas berharap, semua krismawan-krismawati dapat menghayati hidup berdasarkan injil dan selalu mengandalkan Tuhan di setiap saat.

Pastor Lukas juga mengucapkan terima kasih kepada Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, karena sudah memberikan sakramen Krisma di Paroki Santo Fidelis Sungai Ambawang. Sebagai bentuk ucapan syukur kepada Allah, usai misa Pastor Lukas mengajak seluruh umat untuk santap siang.

Penulis: Stefanus Akim
Editor: Stefanus Akim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved