Gabriel Ingin Boeing Bertanggung Jawab untuk Nyawa Adik dan Sang Calon Keponakan
Dan pihaknya terus mencari kebenaran kehamilan Sivia Daro, yang telah diperkuat dengan pernyataan dari pihak keluarga yang menyakini jika Sivia Daro b
Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 atas nama Sivia Daro, yakni Gabriel Ema, tuntut keadilan kepada Boeing yang dianggap bertanggung jawab atas meninggalnya Sivia Daro yang merupakan adiknya dan sang calon keponakan, Senin 24 Mei 2021.
Bagi Gabriel, jarak bukanlah halangan untuk mengusut tuntas kasus kecelakaan yang menimpa adik tersayangnya, apalagi diketahui jika sang adik tengah mengandung calon keponakannya.
Ia jauh terbang dari Flores ke Pontianak demi memastikan jika sang adik benar adanya sedang mengandung.
"Sivia Daro terbang dalam keadaan hamil. Oleh karena itu, secara hukum tuntutan keluarga mengukuti semua proses, ini bertujuan untuk mengecek langsung alasan Sivia Daro terbang ke Pontianak, yang ternyata untuk melahirkan karena usia kandungannya sudah besar," paparnya.
Ia menyerahkan kasus ini untuk diusut tuntas oleh Herrmann Law Group, yang berafiliasi di Amerika Serikat.
Ia menginginkan keadilan yang juga harus diberikan kepada anak yang sedang dikandung oleh sang adik.
Baca juga: Herrmann Law Group Gugat The Boeing Company Atas Kasus Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182
Dan pihaknya terus mencari kebenaran kehamilan Sivia Daro, yang telah diperkuat dengan pernyataan dari pihak keluarga yang menyakini jika Sivia Daro benar adanya sedang mengandung.
Ia meminta Boeing untuk bertanggung jawab untuk dua nyawa, yakni sang adik dan calon keponakan. Selain itu, ia mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap maskapai yang dalam kasus ini adalah Sriwijaya Air.
Berdasarkan pengalamannya, Sriwijaya Air memfasilitasi keluarga korban hanya untuk datang mengambil jenazah, dan dibawa pulang ke kampung. Dan dari saat itu sampai sekarang, tidak ada informasi apapun dari pihak Sriwijaya Air.
"Kompensasi tidak ada, hanya betul-betul membawa mayat saja," ungkapnya penuh kekecewaan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/sdfdfs-sdfsd-fsd-fsdf.jpg)