Breaking News:

Sambut Baik Rencana Pembelajaran Tatap Muka, Zulfydar: Anak Tidak Sekolah Mengubah Perilaku

Dari sekian banyak yang diupayakan dalam hal melindungi warga masyarakat kota Pontianak, kata Politisi PAN ini, tentu kembali lagi kepada masyarakat i

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua Fraksi Amanat Keadilan Bangsa (AKB) DPRD Kota Pontianak, Zulfydar Zaidar Mochtar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Fraksi Amanat Keadilan Bangsa (AKB) DPRD Kota Pontianak, Zulfydar Zaidar Mochtar menyambut baik rencana digelarnya kembali sekolah tatap muka di Pontianak.

Bang Zul, sapaan akrabnya pun meyakini jika pemerintah sudah mampu memetakan dan menangani persoalan yang di hadapi terhadap kasus covid 19 khusus nya di kota Pontianak.

Terlebih, kata dia, tindakan yang di lakukan pemerintah dalam penanganan vaksin juga sudah di lakukan.

Dari sekian banyak yang diupayakan dalam hal melindungi warga masyarakat kota Pontianak, kata Politisi PAN ini, tentu kembali lagi kepada masyarakat itu sendiri terhadap ada tidak adanya penyakit bawaan dari masyarakat atau masyarakat sudah bisa memahami kondisi diri lalu mampu untuk membatasi dirinya.

"Terkait sekolah akan di buka, tentu saya menyambut baik. Kondisi anak-anak tidak sekolah hampir satu tahun lebih mengubah pola kehidupan anak-anak, mengubah pola pikir anak-anak, mengubah sikap anak-anak, mengubah perilaku dan bisa jadi adanya ketergantungan permainan tertentu," ujarnya, Minggu 23 Mei 2021.

Generasi ini, kata Zulfydar, baik di Pontianak maupun di dunia sekalian pun bisa bahaya jika kita tidak segera mengembalikan normal kembali.

Baca juga: Kota Pontianak Bersiap Kembali Gelar Pembelajaran Tatap Muka

"Tentu ada sisi baik juga anak-anak dekat dengan orang tua namun pelajaran kemandirian dalam hal daya juang mulai melemah," terangnya.

Lebih lanjut dikatakan Zulfydar, jika sekolah akan di buka maka yang terpenting bagi anak-anak adalah asupan tambahan vitamin, prokes dan guru-guru juga diharapkan dapat memperhatikan kondisi anak-anak.

Jika anak anak kondisi fisik tidak sehat karena hal tertentu maka di sarankan istirahat di rumah.

Zulfydar pun menyarankan, selain surat pernyataan dari orang tua, setuju atau tidak setuju untuk tatap muka, maka dinas dapat memberikan protap kepada sekolah agar ada rambu-rambu kondisi saat ini yang situasinya belum resmi normal.

"Saya menyarankan juga anak-anak yang masuk sekolah di berikan arahan dari kepala sekolah secara langsung atau wali kelas memberikan tentang aturan main dalam pengajaran sekolah. Ini penting dalam rangka pencegahan secara dini," jelasnya.

Dikatakan Sekretaris DPW PAN Kalbar ini, jika terdapat hal-hal tertentu dinas harus membuka on call yang terhubung dengan satgas covid 19 dan statemen di arahkan satu pintu jika terdapat temuan sakit.

"Saya yakin orang tua lebih banyak yang setuju namun pasti juga ada yang tidak setuju apalagi ada yang memang tau keluarga nya ada yang terkena covid 19. Yang perlu di kontrol sekolah peningkatan sanitasi atau kesehatan masyarakat yang berjualan agar lebih bersih tujuannya sama sama menjamin kesehatan agar dan kemajuan kesehatan," katanya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved