Breaking News:

Berita Video

Lihat Banyak Anak-anak, Pilot Israel Batalkan Serangan Udara di Gaza

Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan 197 orang tewas dalam konflik, 58 di antaranya adalah anak.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, GAZA CITY  - Melihat banyak anak-anak, seorang pilot Israel  membatalkan serangan udara di Gaza. Puluhan bombardir udara diluncurkan oleh "Negeri Zionis" sejak konfliknya melawan Hamas pecah pada 10 Mei.

Dalam rekaman yang dirilis Pasukan Pertahanan Israel (IDF), seorang pilot tengah mencari keberadaan milisi Hamas.

"Periksa jika ada anak-anak di sana. Saya seperti melihat mereka," ujar pusat komando seperti diberitakan The Sun Senin 17 Mei 2021.

Si pilot menjawab, pergerakan mereka terlalu cepat sehngga tidak bisa disimpulkan jika mereka anak-anak.

Baca juga: Situasi Terkini Palestina 197 Warga Tewas di Gaza Termasuk 58 Anak-anak dan 1.200 Warga Luka-luka

Operator dari pusat komando mengatakan, mereka harus membatalkan serangan udara jika terdapat anak kecil.

Pilot kemudian menerangkan setelah melakukan pengamatan ulang, dia mengonfirmasi keberadaan anak-anak.

"Kami menduga ada anak-anak. Kami tidak bisa melanjutkannya jika mereka masih berada di sana," jelas operator.

Saat video itu dirilis, Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan 197 orang tewas dalam konflik, 58 di antaranya adalah anak.

Pemegang Komando Serangan ke Gaza IDF mengeklaim, sebanyak 2.800 roket sudah ditembakkan faksi Palestina tersebut ke wilayah Israel.

Baca juga: Arti Zionis Israel, Palestina dan Israel Perang Karena Apa?

Roket itu jatuh di Beersheba dan Ashelon, dengan jet tempur membalas dan menghancurkan "target teroris".

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan, mereka akan meneruskan operasi "dengan kekuatan penuh".

"Kami akan bertindak, selama yang dibutuhkan, untuk memulihkan ketenangan dan ketertiban. Ini butuh waktu," kata dia.

IDF menerangkan, mereka hanya menargetkan terowongan yang dipakai milisi dan tak berniat menyasar warga sipil. Sementara Hamas menuding yang dilakukan IDF merupakan "pembunuhan berencana".

[Update informasi konflik Palestina-Israel]

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved