Breaking News:

Tentara Israel Membelot ke Palestina Lalu Mengungkap Rahasia Pendidikan Militer Ala Israel

Shapira bahkan melancarkan kampanye untuk mengajak anggota militer lain tidak mematuhi perintah dan penyerangan kepada Palestina.

Tangkap Layar Youtube Anadolu Agency
Seorang mantan pilot Angkatan Udara Israel, Yonatan Shapira menyebut negaranya adalah penjahat perang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Bekas pilot Angkatan Udara Israel membelot dukung Palestina dan menyebut negaranya adalah penjahat perang.

Demikian dikatakan Yonatan Shapira, pilot AU yang diberhentikan dari militer pada 2003 silam.

Di Israel, ada segelintir orang dari kalangan sipil dan militer yang menentang kebijakan pendudukan dan penindasan pemerintahan Tel Aviv kepada rakyat Palestina.

Saphira adalah satu di antaranya.

Shapira bahkan melancarkan kampanye untuk mengajak anggota militer lain tidak mematuhi perintah dan penyerangan kepada Palestina.

Aksi tersebut menyebabkan dirinya dan beberapa pengikutnya dipecat dari instansi.

(Update Informasi Pertempuran di Jalur Gaza)

Baca juga: ISRAEL Bombardir Palestina - Gaza Berlanjut, Puluhan Anak-anak Jadi Korban Tewas !

Kampanye pembelotan pada pemerintah Israel itu Shapira lakukan bersama 27 lebih pilot militer.

Alhasil dia dan semua rekannya diberhentikan dari Angkatan Udara Israel sejak 2003.

Setelah pemecatannya itu, Shapira juga diberhentikan dari semua pekerjaan lain yang ia lakukan selama aksi pro-Palestina.

Halaman
123
Editor: Marlen Sitinjak
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved