Breaking News:

Pos Penyekatan Perbatasan Sintang-Sekadau Diperpanjang, Masuk Sintang Wajib Negatif Covid-19

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang, Bernhad Saragih menyatakan berdasarkan rapat Satgas diputuskan untuk memperpanjang pos penyek

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Tim Satgas melakukan swab antigen terhadap pelaku perjalanan yang akan masuk ke Kabupaten Sintang di posko sepulut 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang, Bernhad Saragih menyatakan berdasarkan rapat Satgas diputuskan untuk memperpanjang pos penyekatan di Sepulut, Kecamatan Sepauk, sampai dengan 24 Mei 2021.

Tidak menutup kemungkinan, pos covid diperpanjang hingga 31 Mei.

"Khusus posko di sepulut itu kita perpanjang dulu 7 hari, dari tanggal 18 sampai 24 Mei, kalau ada kejadian lagi ya kita perpanjang sampai 31 Mei 2021," kata Saragih kepada Tribun Pontianak, Senin 17 Mei 2021.

Menurut Saragih, sejak posko covid diaktifkan dari tanggal 6--17 Mei, semua anggaran dibebankan di BPBD. Namun, untuk masa perpanjangan sampai dengan 24 Mei, Satgas mengajukan anggaran dari BTT.

Baca juga: Arus Balik Lebaran Meningkat, Posko Penyekatan Sintang Sekadau Temukan 9 Pelaku Perjalanan Positif

"Ini kita sudah menggunakan dana biaya tak terduga, karena memang kondisi kita masih darurat. Jadi kalau dari tanggal 6 sampai 17 itu masih menggunakan dana BPBD, rutin covid, tapi karena sudah tidak ada lagi, untuk 18 sampai 24 Mei kita ajukan dana BTT, karena memang di situ masih masa pengetatan, dan itu bisa dilanjutkan sambil kita mengantisipasi kondisi daerah kita, kalau bisa kita landaikan kondisi covid ini," ujar Saragih.

Pos Penyekatan mudik lebaran di perbatasan Sintang-Sekadau, merupakan tindaklanjut dari SK Kemenhub dan SE Satgas Covid pusat. Seharusnya, kata Saragih pada tanggal 6--17 Mei masa penyekatan, aturanya kendaraan yang lewat diputar balik. Namun, Pemkab Sintang memberikan kelonggaran.

"Kita memberikan kelonggaran, sebenarnya harus putar balik aturannya, tapi pemda sintang memberikan kelonggaran dengan catatan, kita swab antigen, yang sehat silahkan masuk, yang positif kita isolasi sampai sembuh," jelasnya.

Saragih berharap, dengan penyekatan arus mudik dan balik pasca libur lebaran dapat mencegah kasus corona impor dari luar Sintang.

"Kita lihat masih banyak arus balik, mudah mudahan dengan tindakan ini bisa mengurangi masyarakat yan terpapar corona," harapnya. (*)

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved