Breaking News:

Lonjakan Kasus dan Kematian COVID Pasca Lebaran Sangat Nyata, Epidemiolog : Perlu Penanganan Khusus

Ia mengatakan, faktor risiko yang mendorong potensi kenaikan kasus tersebut, diantaranya adalah positivity rate yang naik dan jumlah pemeriksaan spesi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Muhammad Rokib
Ketua tim kajian Covid-19 sekaligus ahli epidemologi Poltekkes Kemenkes Pontianak, Dr. Malik Saepudin, SKM.,M.Kes. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ahli Epidemiologi sekaligus ketua tim kajian ilmiah Covid-19 Poltekkes Kemenkes Pontianak dan Ketua Muhmamadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Kalimantan Barat, Dr. Malik Saepudin SKM,M.Kes menyampaikan, bahwa potensi kenaikan kasus positif covid-19 pada dua pekan setelah libur lebaran Satgas Covid-19 mencatat persentase angka kematian nasional naik dari 2,74 persen menjadi 2,76 persen. 

Ia mengatakan, faktor risiko yang mendorong potensi kenaikan kasus tersebut, diantaranya adalah positivity rate yang naik dan jumlah pemeriksaan spesimen yang saat ini mengalami penurunan akibat libur Lebaran

"Positivity rate naik, pemeriksaan turun. Sehingga pekan depan pasti akan terjadi potensi kenaikan kasus Covid-19. Sehingga pemerintah daerah perlu ada kerja keras dalam menangani dampak liburan Lebaran ini," ungkapnya, Senin 17 Mei 2021.

"Potensi kenaikan kasus begitu tinggi. Sekaligus sebagai evaluasi apakah kegiatan penyekatan dan screening yang dilakukan dalam arus balik benar-benar efektif sehingga kita bisa menekan potensi kenaikan kasus Covid-19 secara lebih baik lagi dan dipertimbangkan untuk melakukan perpanjangan di beberapa lokasi rawan di wilayah Kalbar," tambahnya.

Baca juga: Pemkot Singkawang Perpanjang PPKM, Tjhai Chui Mie Imbau Pelaku Usaha Disiplin

Sementara itu, lanjutnya, bahwa penularan kasus Covid-19 terus terjadi hingga 16 Mei 2021. Hal itu terlihat dari penambahan 3.080 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. 

Penambahan itu menyebabkan total kasus Covid-19 kini di Indonesia dapat mencapai 1.739.750 orang dan Kalbar mencapai 9.280 orang terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020.

Menurutnya, meski belum ada informasi besaran pemeriksaan Swab PCR di Kalbar, akan tetapi dapat bercermin data secara umum di Indonesia rata-rata terjadi penurunan pemeriksaan, maka dalam enam hari terakhir Indonesia baru mencapai 65 persen dibawah standar pemeriksaan badan kesehatan dunia atau WHO. 

"Begitu juga rata-rata Positivity rate mengalami kenaikan yakni dari 11,77 persen pada April 2021 menjadi 12,62 persen per 15 Mei 2021. WHO merekomndasikan positivity rate diharapkan mencapai < 5 persen, baru dianggap sebuah wilayah aman dari bahaya oenukaran Covid-19," jelasnya.

Provinsi Kalimantan Barat merupakan Provinsi termasuk dari 20 Provinsi di Indonesia yang mengalami kenaikan angka kematian akibat Covid-19

Kabupaten/Kota di Kalbar yang mengalami lonjakan kasus dan kematian yang cukup serius berada pada zonasi oranye yaitu 10 Kabupaten/Kota atau 71% oranye tingkat resiko sedang. Diantaranya ia sebutkan, Kota Pontianak, Kabupaten Mempawah, Melawi, Sintang dan Landak. 

Baca juga: Pos Simpang Silat Hilir Kapuas Hulu Identifikasi Tiga Pelaku Perjalanan Terpapar Virus Corona

Halaman
123
Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved