Breaking News:

Antisipasi Arus Balik, Pos Penyekatan Diperpanjang Hingga 24 Mei 2021

Ini bertujuan untuk mengantisipasi arus balik warga masyarakat kembali ke daerah masing-masing

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Suasana pos penyekatan di Desa Sepulut, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang. --Hingga hari ke 10 posko penyekatan mudik lebaran di Sepulut, Kecamatan Sepauk, diaktifkan, Satgas Penaganan Covid-19 sudah melalukan pemeriksaan swab antigen terhadap 1.501 orang yang akan masuk ke Kabupaten Sintang. Hasilnya, 1. 472 orang dinyatakan negatif dan ditemukan 29 orang positif covid-19. Terhadap pelaku perjalanan yang positif langsung diisolasi di fasilitas karantina yang disiapkan oleh Pemkab Sintang 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Operasi Ketupat Kapuas 2021 yang digelar sejak 6 Mei seyogyanya akan berakhir pada 17 Mei. Namun, Kepolisian Republik Indonesia mengumumkan penerapan operasi Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 24 Mei 2021.

Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi arus balik warga dari luar ke Kabupaten Sintang, sebagai upaya pencegahan Covid-19.

"Giat ops ketupat berakhir pada 17 Mei 2021, namun ada penambahan satu minggu kedepan sampai dengan 24 Mei. Ini bertujuan untuk mengantisipasi arus balik warga masyarakat kembali ke daerah masing-masing, yang keluar daerah Sintang kembali ke Sintang lagi. Ini perlu dilakukan pengecekan kembali jangan sampai malah membawa dampak penyebaran Covid19 di sini," kata Kapolres Sintang, AKBP Ventie Bernad Musak melalui Kasubag Humas Iptu Hariyanto, Minggu 16 Mei 2021.

Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) tetap mengoptimalkan pos terpadu penyekatan operasi ketupat sebelumnya untuk memantau dan memeriksa setiap kendaraan yang lewat.

Baca juga: 1.501 Orang Masuk Sintang Diswab Antigen dalam 10 Hari, 29 Orang Positif Covid-19

Pos pos penyekatan digunakan untuk memeriksa kesehatan pelaku perjalanan dan tes antigen di tempat.

"Giatnya tetap pada Pos Pos yang digunakan pada saat Pengamanan Ops Ketupat Kapuas 2021," jelas Hariyanto. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved