Breaking News:

Ramadan 2021

Tak Sengaja Melihat Aurat Saat Berpuasa, Apakah Dapat Membatalkan?

Memang tanpa kita sadari disaat beraktifitas kita jumpai pandangan yang secara syariat tidak dibenarkan, seperti wanita menampakkan auratnya, atau aur

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
GRAFIS TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ENRO
Doa Puasa ke 25. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Selama berpuasa, umat Islam selain menahan lapar dan dahaga juga diminta untuk menahan hawa nafsu lainnya.

Lalu bagaimana hukumnya melihat aurat secara tidak sengaja? Begini penjelasannya.

Tribunners :
Ustaz, batalkah puasa jika melihat aurat tak sengaja dan apa hukumnya?
Asca
08969957×××

Ketua DPW LDII Kalbar, Susanto :
Menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadan bukan sekedar meninggalkan makan dan minum, tetapi termasuk perbuatan dosa, kemaksiatan.

Sebagaimana diriwiyatkan oleh Abu Hurairah, bahwa Rasululullah SAW bersabda "Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja.

Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lahan dan pelanggaran (rafats - bersetubuh atau hal-hal yang mengarah tindakan persetubuhan).

Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa”.” (HR. Ibnu Majah).

Memang tanpa kita sadari disaat beraktifitas kita jumpai pandangan yang secara syariat tidak dibenarkan, seperti wanita menampakkan auratnya, atau aurat tertutup tapi pakaian yang digunakan press bodi.

Baca juga: Tata Cara Sholat Ied yang Benar , Lengkap dengan Niat Sholat Idul Fitri & Panduan Khutbah Idul Fitri

Bagaimana disaat berpuasa tanpa sengaja melihat aurat wanita yang bukan mahramnya?. Sebuah hadist diriwayatkan oleh Ibnu Umar bahwa Rasulullah bersabda

"Pandangan pertama ialah ketidaksengajaan dan yang kedua sengaja dan yang ketiga merusak. Dan memandangnya orang iman pada kecantikan perempuan adalah panah dari panah-panah iblis yang beracun".

Riwayat lain dari Buraidah, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Ali radliyallahu ‘anhu, Wahai Ali janganlah engkau mengikuti pandangan (pertama yang tidak sengaja) dengan pandangan (berikutnya), karena bagi engkau pandangan yang pertama dan tidak boleh bagimu pandangan yang terakhir (pandangan yang kedua)” (HR Abu Dawud).

Maka dilihat dari kedua hadist tersebut, tidak menimbulkan dosa apabila kita melihat aurat wanita (bukan mahram) tanpa sengaja dan segera memalingkan pandangan.

Sehingga dapat disimpulkan pandangan tanpa sengaja itu tidak membatalkan puasa, dan tidak mengurangi pahala puasa.

Namun beda nilainya puasanya apabila pandangan yang tidak sengaja tadi dikuti dengan pandangan berikutnya (diulang) maka ini sudah masuk unsur sengaja dan menimbulkan dosa, sehingga walaupun puasa tidak batal, tapi tidak ada nilai pahala disisi Allah, kecuali hanya lapar dan dahaga yang diperolehnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved