Breaking News:

Sudah 560 Orang Masuk Sintang Diswab Antigen, Bupati Jarot Pastikan Ketersediaan Kit Antigen Cukup

"Sepertinya penyekatan seperti ini harus kita permanenkan sampai kasus corona rendah. Baru kemudian setelah ini kita perketat, baru kita minta kebersa

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Empat hari Posko Covid-19 Kabupaten Sintang di Desa Sepulut Kecamatan Sepauk, Satgas Gabungan telah menghentikan dan memeriksa 487 kendaraan roda dua dan roda empat, serta melakukan tes swab antigen terhadap 560 orang yang akan masuk ke wilayah Kabupaten Sintang. Hasilnya, 552 orang dinyatakan negatif dan 8 orang positif. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Empat hari Posko Covid-19 Kabupaten Sintang di Desa Sepulut Kecamatan Sepauk, Satgas Gabungan telah menghentikan dan memeriksa 487 kendaraan roda dua dan roda empat, serta melakukan tes swab antigen terhadap 560 orang yang akan masuk ke wilayah Kabupaten Sintang.

Hasilnya, 552 orang dinyatakan negatif dan 8 orang positif.

Pada hari keempat, Minggu kemarin, sampai dengan Senin 10 Mei 2021, petugas menghentikan dan memeriksa 90 kendaraan dan melakukan tes swab antigen terhadap 123 orang dengan hasil 122 orang negatif dan hanya 1 orang yang positif terinfeksi covid-19. Terhadap 1 orang tersebut langsung dikarantina ke rumah susun RSUD Rujukan AM Djoen Sintang.

Bupati Sintang, Jarot Winarno berkeinginan Posko penyekatan di Sepulut, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, tidak hanya aktif sampai dengan 17 Mei 2021. Pasca lebaran pun, kata Jarot posko harus tetap ada untuk mencegah kasus corona impor dari luar Sintang.

Baca juga: Update Data Covid-19 Kabupaten Sintang: 1.761 Pasien Sembuh, 52 Kasus Meninggal

"Sepertinya penyekatan seperti ini harus kita permanenkan sampai kasus corona rendah. Baru kemudian setelah ini kita perketat, baru kita minta kebersamaan dari masyarkat, melakuakan 5 M," ungkap Jarot, Senin 10 Mei 2021.

Jarot merasa, pemerintah sudah melakukan langkah 3T (test, treatment, traccing) dengan sangat baik, begitu pula dengan penyeledikan epidemiologi. Namun Jarot mengakui Satgas lemah dalam menjaga Sintang dari kasus impor.

"Makanya setelah 17 Mei, posko ini kita permanenkan saja sampai kasus covid-19 di Kabupaten Sintang mereda. Dari pada kita sibuk razia di dalam kota kadang-kadang malah nol, jadi lebih strategis menjaga pintu masuk sintang," ujar Jarot.

Dengan diaktifkannta posko penyekatan di Sepauk, Jarot menilai sudah kewajiban pemerintah untuk melengkapi kekurangan sarana dan prasana pendukung.

"Kita siapkan 2.500 rapid antigen. Kita minta juga support dari provinsi. Provinsi jangan Clcuma marah aja, tapi support juga. Seperti ini, rapid antigennya dibantu. Kalau perlu tenaga, kalau perlu tambahan insentif nakesnya," harapnya.

Sampai dengan hari ke 4, tim Satgas yang bertugas di pos penyekatan telah melakukan swab antigen terhadap 560 orang yang akan masuk ke Sintang. Haislnya, 8 orang positif dan langsung dikarantina.

"Ketersediaan kit antigen masih cukup lah. Kita siapkan 2.500. Ada bantuan dari swasta. Kalau tidak mampu kita minta bantu bantuan dari provinsi, lah," jelas Jarot. (*)

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved