Menggelegar❗ Dentuman Meriam Karbit Sambut Lebaran, Berikut Pengakuan Warga

Meriam tersebut terbuat dari kayu mabang atau meranti dengan ukuran diameter antara 50 - 70 centimeter dan panjang kisaran 5 hingga 6 meter. Untuk mem

TRIBUNPONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Panitia mencoba memainkan meriam karbit yang berada di Kampung Tambelan Sampit, Jalan Tanjung Raya I, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu 9 Mei 2021 malam. Dalam mengadakan permainan meriam karbit menyambut Idul Fitri mendatang, panitia setempat meminta penonton untuk tetap menerapkan protokol kesehatan menggunakan masker dan tetap menjaga jarak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menggelegar dentuman meriam karbit menyambut hari lebaran idul Fitri.

Dentuman Meriam Karbit yang saling bersahutan dari dua sisi tepian Sungai Kapuas tersebut bisa terdengar ke penjuru kota Pontianak Kalimantan Barat.

Sebagaimana, bunyi dentuman itu berasal dari meriam karbit yang dimainkan warga Tambelan Sampit sebagai persiapan menyambut malam lebaran pada Sabtu malam 8 Mei 2021 Kemarin.

Meriam karbit merupakan permainan rakyat yang menjadi tradisi setiap bulan Ramadan dan malam Idulfitri di Kota Pontianak.

Meriam tersebut terbuat dari kayu mabang atau meranti dengan ukuran diameter antara 50 - 70 centimeter dan panjang kisaran 5 hingga 6 meter. Untuk membunyikannya, dibutuhkan bahan bakar berupa karbit. Kemudian terdapat lubang pada bagian meriam untuk tempat menyulutkan api hingga menghasilkan bunyi yang menggelegar.

Baca juga: Meriam Karbit Raksasa, Tradisi Turun Temurun Kelompok Setia Tambelan Meriahkan Idul Fitri

Warga di Tembelan Sampit Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak yang menjadi salah satu pemain meriam karbit, Maulidi Murni mengungkapkan, bahwa proses menyalakan meriam karbit sebelum mulai membunyikan meriam karbit ada beberapa proses persiapan yang harus dilakukan.

"Langkah pertama dimulai dengan menutup lubang pada moncong meriam karbit. Penutupan tersebut biasanya dilakukan dengan kertas koran bekas. Selanjutnya meriam diisi air dilanjutkan dengan mengisi karbit," kata Maulid, Senin 10 Mei 2021.

Panitia mencoba memainkan meriam karbit yang berada di Kampung Tambelan Sampit, Jalan Tanjung Raya I, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu 9 Mei 2021 malam. Dalam mengadakan permainan meriam karbit menyambut Idul Fitri mendatang, panitia setempat meminta penonton untuk tetap menerapkan protokol kesehatan menggunakan masker dan tetap menjaga jarak.
Panitia mencoba memainkan meriam karbit yang berada di Kampung Tambelan Sampit, Jalan Tanjung Raya I, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu 9 Mei 2021 malam. Dalam mengadakan permainan meriam karbit menyambut Idul Fitri mendatang, panitia setempat meminta penonton untuk tetap menerapkan protokol kesehatan menggunakan masker dan tetap menjaga jarak. (TRIBUNPONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

"Pengisian karbit pada meriam dengan takaran yang bervariasi mulai dari dua hingga empat ons, tergantung dari besar diameter sebuah meriam karbit," lanjutnya.

Setelah meriam diisi karbit dan air, lanjutnya, lubang yang ada, termasuk lubang untuk menyulut meriam juga ditutup dengan kertas koran.

"Untuk menghasilkan suara yang maksimal, meriam karbit didiamkan selama 7 hingga 8 menit. Sesekali meriam karbit dilakukan pengecekan untuk memastikan meriam siap disulut. Ketika meriam sudah dipastikan siap dibunyikan, lubang untuk menyulut dibuka dan disulut dengan api obor hingga terdengar bunyi dentuman," jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, bahwa festival meriam karbit ditiadakan di tengah pandemi Covid-19.

Hanya saja, pihaknya mempersilakan permainan tradisional tersebut di bulan Ramadan dan menyambut malam Idul Fitri mendatang.

Panitia mencoba memainkan meriam karbit yang berada di Kampung Tambelan Sampit, Jalan Tanjung Raya I, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu 9 Mei 2021 malam. Dalam mengadakan permainan meriam karbit menyambut Idul Fitri mendatang, panitia setempat meminta penonton untuk tetap menerapkan protokol kesehatan menggunakan masker dan tetap menjaga jarak.
Panitia mencoba memainkan meriam karbit yang berada di Kampung Tambelan Sampit, Jalan Tanjung Raya I, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu 9 Mei 2021 malam. Dalam mengadakan permainan meriam karbit menyambut Idul Fitri mendatang, panitia setempat meminta penonton untuk tetap menerapkan protokol kesehatan menggunakan masker dan tetap menjaga jarak. (TRIBUNPONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

"Kita tidak menggelar festival meriam karbit tahun ini, tetapi jika masyarakat ingin memainkannya dipersilakan," katanya.

Ia menekankan agar selama memainkan meriam karbit, warga tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penularan Covid-19.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved