Breaking News:

Loka POM Sanggau Lakukan Intensifikasi Pengawasan pada Pangan Olahan Tanpa Izin Edar

Kegiatan itu dilaksanakan selama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2021. Kegiatan intensifikasi ini direncanakan akan dilaksanakan dala

TRIBUNPONTIANAK/Hendri Chornelius
Kepala Loka POM Kabupaten Sanggau, Agus Riyanto saat menggelar konferensi pers terkait hasil intensifikasi pengawasan pangan menjelang bulan ramadan dan Hari Raya Idul Fitri tahun 2021 di wilayah Loka Pengawasan Obat dan Makanan di Kabupaten Sanggau, di Kantor Loka POM Sanggau, Senin 10 Mei 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Loka POM di Kabupaten Sanggau melakukan intensifikasi pengawasan pada pangan olahan Tanpa Izin Edar (TIE), kedaluwarsa dan rusak pada sarana distribusi pangan serta melakukan pengawasan dan pengujian pada pangan berbuka puasa (Takjil).

Kegiatan itu dilaksanakan selama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2021. Kegiatan intensifikasi ini direncanakan akan dilaksanakan dalam enam tahap yang dimulai pada tanggal 5 April 2021 hingga 21 Mei 2021.

"Hingga saat ini telah dilakukan kegiatan intensifikasi hingga tahap 3 yang dilaksanakan baik di Kabupaten Sanggau maupun Kabupaten Sekadau,"kata Kepala Loka POM Kabupaten Sanggau, Agus Riyanto saat menggelar konferensi pers terkait hasil intensifikasi pengawasan pangan menjelang bulan ramadan dan Hari Raya Idul Fitri tahun 2021 di wilayah Loka Pengawasan Obat dan Makanan di Kabupaten Sanggau, di Kantor Loka POM Sanggau, Senin 10 Mei 2021.

Baca juga: Kabupaten Sanggau Zona Kuning Penyebaran Covid-19, Total 932 Kasus Konfirmasi Positif 

Data hasil pemeriksaan distribusi, Lanjutnya, Telah dilakukan pemeriksaan terhadap 12 sarana distribusi pangan di Kabupaten Sanggau dan Sekadau dengan rincian jumlah 12 (100 persen ) sarana distribusi yang tidak memenuhi ketentuan (TMK). 

Pada sarana distribusi yang tidak memenuhi ketentuan tersebut ditemukan sejumlah produk kadaluarsa dan rusak.

"Tahap satu kegiatan dilaksanakan di Kabupaten Sanggau pada 3 sarana ritel pangan modern daerah Kota Sanggau. Dari hasil pemeriksaan ditemukan sebanyak 3 item (4 pcs) produk rusak dan 2 item (12 pcs) produk kadaluarsa," katanya.

Tahap dua, Kegiatan pengawasan dilakukan di Kabupaten Sekadau pada 4 sarana ritel modern dan 2 sarana ritel tradisional. Dari hasil pemeriksaan ditemukan sebanyak 18 item (50 pcs) produk rusak dan 16 item (164 pcs) produk kadaluarsa.

Kemudian pada tahap tiga Kegiatan pengawasan dilakukan di Kabupaten Sanggau pada 2 sarana ritel modern dan 1 sarana ritel tradisional. Dari hasil pemeriksaan ditemukan 4 item (4 pcs)
produk rusak dan 3 item (34 pcs) produk kedaluarsa.

Dari hasil pemeriksaan saat ini total produk yang sebanyak 25 item (58 pcs) produk rusak dan 21 item (210 pcs) produk kadaluarsa. Produk rusak yang ditemukan didominasi oleh produk susu kental manis kaleng, susu kaleng siap minum ataupun sarden.

"Sedangkan Produk kadaluarsa didominasi oleh makanan ringan, snack (wafer, biscuit) serta bumbu dan mie instan. Terhadap produk yang rusak maupun kadaluarsa tersebut telah dilakukan pemusnahan ditempat oleh pemilik sarana yang disaksikan oleh petugas sebagai bentuk upaya pembinaan," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved