Breaking News:

Kajati Masyhudi Jadi JPU Persidangan Kredit Fiktif Bengkayang

Kajati Masyhudi menjadi JPU pada perkara Kredit Fiktif di dampingi Asisten pidana khusus (Aspidsus) Wahyu Sabrudin dan Kasipidsus Kejari Bengkayang Ad

TRIBUNPONTIANAK/Hadi Sudirmansyah
Kajati Masyhudi menjadi JPU pada perkara Kredit Fiktif di dampingi Asisten pidana khusus (Aspidsus) Wahyu Sabrudin dan Kasipidsus Kejari Bengkayang Adityo Utomo di Pengadilan tipikor Pontianak 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -  Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalbar Dr Masyhudi di helat jadi Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan Tipikor pada Senin 10 Mei 2021 sore di Pengadilan Tipikor Pontianak.

Kajati Masyhudi menjadi JPU pada perkara Kredit Fiktif di dampingi Asisten pidana khusus (Aspidsus) Wahyu Sabrudin dan Kasipidsus Kejari Bengkayang Adityo Utomo.

"hari ini saya menjadi Jaksa Penuntut umum yang kebetulan juga diberi amanah jabatan sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar baru saja menyelesaikan sidang pertama dengan agenda pembacaan dakwaan untuk perkara korupsi kredit Fiktif Bengkayang," ujar Kajati Kalbar.

Baca juga: Rugikan Negara Hingga Rp 8,2 Milyar, Kajati Kalbar Bacakan Dakwaan 8 Terdakwa Kasus Kredit Fiktif 

Dirinya menerangkan terdapat 8 tersangka yang hari ini berstatus terdakwa dan untuk menghormati hak hak terdakwa yakni berinisial M. Y, DWK, S. R, S, J, PP, JDP dan A.

Lanjutnya, Untuk persidangan perdana atau yang pertama ini, tadi saya dan Aspidsus dan Kasipidus Kejari Bengkayang bertindak sebagai Penuntut Umum dan membacakan surat dakwaan terhadap 8 orang terdakwa. 

Dan Kajati Masyhudi pun berharap dengan dirinya turun atau terjun langsung di persidangan ini dapat memberi pesan atau makna bahwa Jaksa itu satu dan tidak terpisahkan, Een en ondelbaar.

Sesuai petunjuk dan arahan pimpinan, bahwa jaksa yang sudah lebih dulu mengabdi di Lembaga Adhyaksa harus memberikan contoh dan pembelajaran kepada para jaksa yang baru saja menyelesaikan Pendidikan PPPJ, bagaimana beracara di Pengadilan sesuai Undang-undang

"Tak hanya itu , hal ini juga di harapkan Memberikan pembelajaran dan edukasi kepada masyarakat dan para Mahasiswa dari Perguruan Tinggi yang sedang mengambil kuliah Ilmu Hukum untuk mengetahui persidangan atau beracara di Pengadilan," katanya.

Ia menerangkan bahwa hal itu juga menunjukkan untuk penanganan perkara korupsi Jaksa atau Adhyaksa tidak main-main dan tegas untuk mewujudkan kepastian, keadilan dalam penegakan hukum terutama perkara Korupsi.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Kalbar telah menetapkan status tersangka terhadap delapan orang dalam penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengajuan kredit fiktif di salah satu bank milik pemerintah yang menimbulkan kerugian keuangan Negara sebesar Rp. 8.238.743.929,-.

Dalam perkara ini, tim jaksa penyidik berhasil melakukan penyitaan sebesar Rp. 3.349421282,-  dan sekarang dijadikan BB dalam perkara tersebut. (*)

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved