Breaking News:

Banyak Ikan Mati Mendadak, Limbah Pabrik PT Palma Bumi Lestari Diduga Cemari Sungai di Desa Engkadu

Dugaan tersebut dikuatkan dengan ditemukannya ikan-ikan mati di sungai dekat areal pabrik PT PBL yang berdiri tidak lebih 1 KM dari pemukiman penduduk

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Perwakilan masyarakat Dusun Tapis saat menunjukkan poto-poto sungai yang tercemar dan ikan pada mati diduga akibat limbah pabrik PT PBL 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Palma Bumi Lestari (PBL) yang berada di Dusun Engkadu, Desa Engkadu, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak diduga mencemari lingkungan.

Dugaan tersebut dikuatkan dengan ditemukannya ikan-ikan mati di sungai dekat areal pabrik PT PBL yang berdiri tidak lebih 1 KM dari pemukiman penduduk. Selain itu, terlihat juga gumpalan-gumpalan air warna hitam di sungai tersebut.

Menanggapi hal itu, warga Dusun Tapis, Desa Engkadu kemudian mengirim surat disertai bukti-bukti foto kepada pihak PT PBL untuk menanyakan prihal tersebut dan meminta klarifikasi.

Namun satu pekan surat pemberitahuan dilayangkan, tidak ada tanggapan dari pihak PT PBL. Selanjutnya perwakilan masyarakat itu kembali mendatanggi PT PBL lagi untuk menanyakan surat yang telah dikirim.

Baca juga: Rapat PPKM Mikro Bersama Forkopimda Kalbar, Bupati Landak Berikan Ide Update COVID-19

"Surat sudah kami sampaikan sekitar tanggal 3 Mei kemarin, tapi sudah satu pekan tidak ada tanggapan. Makanya kami datang lagi untuk menanyakan," ujar Arianto selalu perwakilan Dusun Tapis kepada Tribun pada Senin 10 Mei 2021.

Diakui Arianto, setelah ia mendatanggi PT PBL dengan didampinggi satu warga Dusun Tapis dan satu warga Dusun Engkadu, kemudian hanya bertemu dengan Humas PT PBL yakni Jerry Haryanto.

"Jadi ada 5 sampai 6 poin keberatan dan tuntutan kami selaku masyarakat Dusun Tapis terhadap PT PBL, termasuk masalah dugaan limbah yang mencemari sungai," katanya.

Dari pertemuan yang tidak menemukan titik terang tersebut, pihak dari Humas PT PBL hanya menampung poin-poin keberatan dan akan disampaikan lagi ke pimpinan atas.

"Tadi disepakati sekitar tanggal 30 Mei ini akan ada tanggapan dari PT PBL, kami tunggu saja. Karena saya ini mewakili 200an warga Dusun Tapis. Kalau tidak ditanggapi, ya saya tidak bisa bendung lagi tindakan apa yang akan dilakukan masyarakat," ungkapnya.

Arianto menceritakan, sekitar akhir bulan April 2021 lalu mendapatkan laporan dari warga Dusun Tapis bahwa menemukan ikan-ikan pada mati di Sungai Karuh, Dusun Tapis yang airnya biasanya digunakan untuk keperluan di pondok ladang.

"Ikan-ikan itu tiba-tiba mati, air berubah warna. Dugaan kami itu berasal dari limbah PT PBL yang bocor. Makanya kami layangkan protes disertai bukti-bukti," tambahnya.

Sementara itu Humas PT PBL Jerry Haryanto ketika dikonfirmasi menerangkan tidak ada kebocoran yang terjadi di pembuangan limbah PT PBL.

"Kalau kebocoran setau kami tidak ada," tuturnya.

Sedangkan dengan adanya bukti-bukti foto yang dikirim melalui surat, Jerry merasa binggung. "Mungkin kita akan bisa melaksanakan pengecekan bersama-sama setelah lebaran," tutupnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved