Breaking News:

Akademisi Kalbar Sebut Teripang Terancam Langka Bila Penangkapan Tak Terkendali dan Merusak

Terumbu kerang merupakan rumah bagi berbagai mahluk laut, sekaligus tempat memijah (berkembang biak), bila terumbu karang rusak maka hasil laut secara

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Akademisi Kalbar Eka Indah Raharjo S.Pi, M.Si sekaligus Waketum bidang Industri Perikanan dan Kelautan KADIN Kalbar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kapal Pengawas Hiu Macan 01 dari KKP (kementerian kelautan dan Perikanan) berhasil mengamankan 2 kapal nelayan asing berbendera Vietnam Spesialis penangkap Teripang di Laut Natuna Utara Indonesia pada Kamis 6 Mei 2021.

Saat ini, kapal yang menggunakan alat tangkap Trawl beserta 10 orang abk kapal tersebut sudah dibawa ke Stasiun PSDKP Pontianak guna dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Akademisi Kalbar Eka Indah Raharjo S.Pi, M.Si sekaligus Waketum bidang Industri Perikanan dan Kelautan KADIN Kalbar sangat mengapresiasi penangkapan terhadap nelayan asing tersebut oleh pihak KKP.

Ia mengatakan, melihat penggunaan alat tangkap yang digunakan oleh nelayan asing itu akan sangat berdampak buruk bagi keberlangsungan ekosistem laut Indonesia.

Ia menegaskan, Penggunaan Trawl dilarang di Indonesia, terlebih jenis Trawl yang digunakan kara nelayan Vietnam untuk menangkap Teripang.

Dari jenisnya, dijelaskan Eka cara kerja alat itu menyerupai buldoser didasar laut, bobotnya yang hingga ratusan kilogram dipastikan merusak berbagai terumbu karang bila digunakan.

"Teripang itu hidupnya di dasar laut, dan alat itu operasinya di dasar laut, ini alat tangkap aktif, cara kerjanya seperti buldozer segala karang, ikan, semua tertangkap, dan sangat merusak karang,"ujarnya.

Terumbu kerang merupakan rumah bagi berbagai mahluk laut, sekaligus tempat memijah (berkembang biak), bila terumbu karang rusak maka hasil laut secara otomatis akan berkurang.

Baca juga: Dua Kapal Berbendera Vietnam Spesialis Penangkap Teripang Diamankan KKP

"Bila karang itu rusak, bisa puluhan tahun untuk dapat pulih lagi, dan ini merupakan pekerjaan yang sangat lama, alat tangkap yang digunakan nelayan Vietnam kecil besar semua diangkut, dan itu bersifat merusak,"jelasnya.

Teripang atau timun laut merupakan satu diantara hasil laut yang memilki nilai ekonomi yang tinggi di dunia, nilai jual mencapai jutan rupiah perkilogram, dengan permintaan utama dari pasar negara Tiongkok dan sejumlah negara di Asia timur lainnya.

Halaman
12
Penulis: Ferryanto
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved