Breaking News:

Ramadan 2021

Hukum Berzakat Namun Hasil Pinjam, Apakah Diperbolehkan?

Mengingat Zakat Fitrah itu wajib hukum dan mengikat kepada seluruh umat muslim, berbeda dengan sedekah yang bersifat sunah atau selagi ada keluasan re

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
GRAFIS TRIBUN PONTIANAK/ENRO
Ilustrasi zakat fitrah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Zakat Fitrah merupakan penyempurna ibadah puasa selama sebulan lamanya. Terlebih zakat fitrah juga wajib untuk sebagai pembersih jiwa.

Lalu, bagaimana jika bayar zakat dengan berhutang?

Berikut penjelasannya.

Tribunners :
Assalamualaikum ustaz, saya pengin bertanya nih, bagaimana hukumnya zakat, tetapi dari pinjaman. Bagaimana hukumnya?
Agoes P
08980397×××

Ketua DPW LDII Kalbar, Susanto :

Subhanallah, jika ada kesadaran dalam diri seorang muslim untuk memenuhi kewajiban salah satu rukun Islam yakni membayar zakat, walaupun kondisinya masih kekurangan.

Mengingat Zakat Fitrah itu wajib hukum dan mengikat kepada seluruh umat muslim, berbeda dengan sedekah yang bersifat sunah atau selagi ada keluasan rejeki serta jumlah tidak ditentukan.

Wajibnya zakat sebagaimana Firman Allah dalam QS Al Baqarah ayat 43 yang artinya "..dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk (berjamaah).

Baca juga: Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri , Istri dan Anak ! Yuk Bayar Zakat , Sudah 27 Ramadhan

Adapun siapa saja yang berkewajiban dapat dilihat dari hadist yang riwayat Ibnu Umar bahwa "Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha' kurma, atau sha' gandum atas umat muslim, baik hamba sahaya atau merdeka, laki-laki atau perempuan, kecil maupun dewasa. beliau memerintahkan sebelum orang-orang keluar shalat (shalat id).(HR. Bukhari).

Dari ketentuan dari firman Allah dan hadist tersebut, maka kendati saat ini ditakdirkan jadi orang fakir pun tetap mesti membayar zakat fitrah.

Apa yang bisa dilakukan jika saat ini serba kekurangan, agar bisa membayar zakat fitrah? (1). Meminjam kepada saudara sebesar jumlah zakat yang akan disetorkan. (2) Lapor ke Amil Zakat tentang kondisinya, agar bisa ditalangi atau dihutangi.

Adapun yang menjadi kewajiban amil adalah menjadikan yang bersangkutan menjadi mustahiq (delapan ashbaf terpenuhi), dan berhak menerima pembagian Zakat yang jumlahnya harus lebih dari jumlah zakat yang ia setorkan.

Dengan harapan bisa membayar hutang (saat setor zakat) dan sisanya untuk membantu kebutuhan sehari-hari. Dengan demikian hukumnya boleh dan sah zakatnya. Semoga bermanfaat. Aamiin . (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved