Breaking News:

Ramadan 2021

Akhir Ramadan Ini Seyogyanya Kita Bersedih

Terlebih kata dia, ramadan tidak cukup hanya semangat beragama atau semangat beribadah, namun perlu bekal iman.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
H Hermanto, M.Pd.I, Sekretaris Majelis Tabligh PWM Kalbar dan Wakil Ketua Bidang Dakwah Pemuda Muhammadiyah Kalbar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sela beberapa hari lagi, bulan Ramadan akan selesai, hari kemenangan akan tiba yakni 1 Syawal 1442 H.

Selama sebulan ramadan, umat muslim ditempa, menjaga hawa nafsu, menahan lapar dan dahaga serta meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah.

H Hermanto, M.Pd.I, Sekretaris Majelis Tabligh PWM Kalbar, mengatakan pasca ramadan merupakan momentum untuk umat diuji kembali oleh Allah SWT untuk istiqomah dan konsisten beribadah seperti bulan ramadan.

Terlebih kata dia, ramadan tidak cukup hanya semangat beragama atau semangat beribadah, namun perlu bekal iman.

"Konsep ramadan menanjak, semakin akhir semakin menanjak, bukan menanjak semakin akhir semakin turun. Buktinya di 10 malam terakhir kita disuntik lagi dengan malam lailatul qadar, dan sengaja dirahasiakan agar kita tidak pilih-pilih malam, sehingga 10 malam terakhir full untuk beribadah dan mencapai tujuan takwa," Wakil Ketua Bidang Dakwah Pemuda Muhammadiyah Kalbar ini, Minggu 9 Mei 2021.

Baca juga: 2030 Ramadan 2 Kali Viral Medsos ! Benarkah ? Penjelasan Federasi Arab Ilmu Antariksa dan Astronomi

Tujuan takwa, ujar Hermanto, ialah tujuan paripurna dari kesalehan seorang hamba atau ketaatan seorang hamba pada tuhannya, Allah SWT.

Untuk mencapainya tidak hanya puasa, namun juga harus dengan tarawih, alquran, doa, dan sunnah lainnya.

"Jika kita jalankan, Insyallah kita mampu meraih tujuan akhir dari ramadan yakni ketakwaan," ujarnya.

"Akhir ramadan ini, seyogyanya kita bersedih karena bulan yang agung ini sudah hampir meninggalkan kita, dimana bulan ini seluruh amal ibadah kita dilipatgandakan oleh Allah SWT. Setelah bulan ramadan ini yang harus kita pupuk adalah ketakwaan," tambahnya.

Dijelaskan Hermanto, ayat tentang ramadan di dalam alquran yakni ayat 183, sampai 187, namun ayat 188 langsung ke ayat tentang larangan.

Atas ayat tersebut, ujar Hermanto, kesempurnaan takwa diuji oleh Allah SWT juga diuji pasca ramadan.

"kalau di ramadan mampu melaksanakan perintah-perintah dan tidak melakukan dosa, namun pasca ramadan juga diuji untuk tidak melakukan dosa," terangnya.

Dikatakannya, hakikat takwa adalah menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan Allah SWT.

Ayat 188 di Alquran untuk menguji kesempurnaan dan kesuksesan ibadah ramadan.

"Kalau benar-benar bertakwa, ketika mampu menjalankan perintah, maka juga harus mampu menjauhi larangan Allah SWT. Kesabaran yang ekstra bukan hanya kesabaran atas musibah, kesabaran yang ekstra bagi seorang hamba adalah kesabaran didalam menjalankan perintah dan kesabaran dalam menghadapi larangan, kemudian mampu menahan diri," pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved