Breaking News:

Bipang Ambawang Viral, Politisi Asal Kalbar : Presiden Sedang Semangat Mengangkat Produk Lokal

Politisi asal Kalbar, Daniel Johan menilai jika hal yang diucapkan oleh Presiden Jokowi tidak lain karena semangat mengangkat produk lokal.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Barat, Daniel Johan 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bipang Ambawang viral setelah diucapkan Presiden Joko Widodo. Bipang diketahui merupakan Babi Panggang.

Politisi asal Kalbar, Daniel Johan menilai jika hal yang diucapkan oleh Presiden Jokowi tidak lain karena semangat mengangkat produk lokal.

"Presiden itu sedang semangat mengangkat produk lokal dan penguatan ekonomi masyarakat, khususnya khasanah kuliner nusantara agar meskipun terjadi pembatasan mudik tetapi tidak sampai menghentikan denyut ekonomi masyarakat, katanya, Sabtu 8 Mei 2021.

Baca juga: Apa Bipang Ambawang? Benarkah Babi Panggang dan Kenapa Kontroversi? Berawal dari Pernyataan Jokowi

Terlebih, kata Daniel, mudik dan kegembiraan saat lebaran juga sudah menjadi milik dan kultur semua masyarakat.

Untuk non muslim pun, lanjutnya, ikut merasakan kegembiraan dan saling bersilaturahmi dengan tetangga, keluarga, dan kenalannya.

Sehingga, Daniel menilai jika presiden melihat lebaran ini juga sebagai momentum yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat, yang membawa berkah bagi berbagai lapisan masyarakat.

"Kebetulan bipang itu dari dapil saya kalbar yang memang terkenal dan memiliki segmen pasar tersendiri seperti BPK di Karo Sumut, dan banyak produk khas Kalbar lainnya yang lebih diterima secara umum seperti bubur pedas, chai kwe, asam pedas, atau pengkang," ujarnya.

"Jadi niat dan tujuan presiden itu baik yakni untuk bergeraknya ekonomi masyarakat, dan kebetulan liburan mudik saat ini selain merayakan Idul Fitri juga bersamaan dengan merayakan kenaikan Isa Almasih, jadi dorongan presiden bukan ditujukan ke satu pihak tertentu tapi untuk semua pihak sesuai kebiasaan masing-masing secara relevan," tutup Daniel. (*)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved