Breaking News:

4 Orang Positif COVID Hari Pertama Penyekatan, Bupati Jarot : Kalau Bisa Posko Kita Permanenkan Saja

Jarot menilai, upaya penanggulangan corona di Sintang, sudah sangat baik dari sisi testing, traccing hingga treatmen, termasuk penegakan protokol kese

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Sintang, Jarot Winarno 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Bupati Sintang, Jarot Winarno menyatakan dengan ditemukannya 4 pelaku perjalanan positif corona saat diswab antigen di pos penyekatan membuktikan jika Satgas harus mewaspadai kasur corona impor dari luar Sintang.

Jarot menilai, upaya penanggulangan corona di Sintang, sudah sangat baik dari sisi testing, traccing hingga treatmen, termasuk penegakan protokol kesehatan. Akan tetapi, Jarot mengaku Satgas lemah dalam mencegah kasus impor.

"Kan saya sudah bilang bahwa cara penanggulangan corona kita sudah bagus mulai dari 3T, penegakan protokol 5M sudah cukup keras. Tetapi kelemahan kita bagaimana menjaga kasus impor, terbukti kan," kata Jarot, Jumat 7 Mei 2021.

Baca juga: Hari Pertama Penyekatan di Perbatasan Sintang-Sekadau,4 Orang Positif COVID 19 dan Langsung Isolasi

Hal itu dibuktikan dengan penegakan disiplin prokes beberapa waktu lalu di sejumlah warung kopi dan cafe di sekitaran kota Sintang.

Dari 4 lokasi yang dirazia dan swab antigen di tempat, tidak ditemukan kasus positif. Sementara saat pencegatan dilakukan di terminal sungai ukoi, dari 119 orang pelaku perjalanan dari Pontianak ditemukan 3 kasus positif.

"Kemarin hari pertama kita temukan 4 kasus positif (hari pertama penyekatan di posko covid). Anda bayangkan 4 orang tadi tidak tahu kalau dirinya positif, orang lain pun tidak tahu. Kalau dia masuk sintang, dia ngopi, dia belanja nularkan ke warga sintang," kata Jarot.

Jarot menilai, posko penyekatan di perbatasan Sintang-Sekadau bila permu dipermanenkan, tidak hanya sampai dengan 17 Mei 2021.

"Jadi kalau sintang ini mau bersih, kita harus cegat, kalau bisa kegiatan yang di posko sana kita permanenkan saja, tetapi tentu dengan rapid antigennya gratis seperti sekarang, tinggal kemampuan kita saja, berapa banyak kita mampu menyiapkan rapid antigen dan tenaga kita yang menjaga di pos sana," ujarnya.

"Itu saja kelemahan kita, kita selama ini tidak bisa mencegahnya. Jadi penanganan kita sudah bagus seperti apapun tapi mereka datang terus tanpa kita ketahui akhirnya itulah yang terjadi," ungkap Jarot. (*)

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved