Breaking News:

Pelaksanaan Operasi Ketupat 2021, Bupati Darwis Imbau masyarakat Disiplin Patuhi Prokes

Darwis mengatakan, bahwa penyelenggaraan kegiatan tersebut mengikuti intruksi PPKM Skala Mikro yang diterapkan di wilayah Kalimantan Barat dan kurun w

Penulis: Jovi Lasta | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Bengkayang Sampaikan Intruksi Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Kapuas - 2021 terkait pengamanan Idul Fitri Tahun 2021 di Polres Bengkayang Aula Tunggal Panaluan Polres Bengkayang Polda Kalbar, Rabu 5 Mei 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menyampaikan, operasi ketupat Tahun 2021 dengan kesiapan matang, Rabu 5 Mei 2021.

Darwis mengatakan, bahwa penyelenggaraan kegiatan tersebut mengikuti intruksi PPKM Skala Mikro yang diterapkan di wilayah Kalimantan Barat dan kurun waktu yang sudah diatur.

“Polri menyelenggarakan Operasi Ketupat-2021 yang akan dilaksanakan selama 12 hari, mulai dari tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021," ujar Darwis.

"Semangat yang ingin saya tanamkan dalam Ops Ketupat 2021 adalah upaya Polri dalam mencegah penyebaran Covid-19 melalui penyekatan dan penegakan terhadap protokol kesehatan," tambahnya.

Baca juga: KNPI Bengkayang Berbagi Berkah ke Beberapa Masjid dan Panti Asuhan di Bengkayang

Hal ini lebih diprioritaskan langkah-langkah Preemtif dan Preventif secara humanis, guna menghimbau kepada masyarakat secara sadar dan ketat mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Bupati Bengkayang menyatakan, bahwa Operasi Ketupat tahun 2021 berdasarkan substansi dari kebijakan peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 2021 oleh Pemerintah Pusat.

Intruksi ini disampaikan, guna mencegah penyebaran Virus Covid-19 tidak menjadi klaster-klaster baru pada saat kegiatan bulan suci ramadan.

Peningkatan aktivitas masyarakat jelang sebelum dan sesudah Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah bisa berpotensi meningkatkan penyebaran pandemi Covid-19 khususnya di pusat keramaian, belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, tempat wisata serta tempat lainnya.

“Berkaitan dengan hal tersebut, perlu adanya pengawasan ketat terhadap protokol kesehatan di daerah tujuan mudik, sentra perekonomian dan keramaian dengan memedomani Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/949/V/Ops.2./2021 tentang Upaya Mencegah Terjadinya sebelum, pada saat dan pasca hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah," pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved