Breaking News:

Pasien COVID Terobos Pintu Kaca Ruang Isolasi, Tuah Mangasih Minta RS Siapkan Tenaga Psikolog

Legislator Partai PDI-Perjuangan itu menilai, ada yang salah dengan metode perawatan pasien corona. Menurutnya, pihak rumah sakit harus menyiapkan seo

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Tuah Mangasih 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Tuah Mangasih mengaku prihatin dengan kabar pasien corona meninggal dunia setelah sempat berupaya kabur dari ruang isolasi khusus RSUD Ade M Djoen Sintang.

Legislator Partai PDI-Perjuangan itu menilai, ada yang salah dengan metode perawatan pasien corona. Menurutnya, pihak rumah sakit harus menyiapkan seorang psikolog untuk mendampingi pasien, agar tidak depresi berkepanjangan selama masa perawatan.

"Saya pikir, orang yang terpapar corona itu, dengan sendirinya akan stres, bahkan depresi. Tapi kalau lihat kejadian itu, ada sesuatu yang salah di dalam metode perawatannya, kenapa bisa terjadi seperti itu," ujarnya Rabu 5 Mei 2021.

"Saya pikir pihak terkait ketika melihat ada pasien yang memang sepertinya stresnya luar biasa dan mengarah ke depresi, mereka harus didatangkan semacam psikolog untuk membantu mereka bisa menerima kenyataan bahwa mereka sedang terpapar corona," kata Tuah.

Baca juga: BREAKING NEWS - Pasien Covid-19 di Sintang Meninggal Usai Tendang Pintu Kaca Saat Berupaya Kabur

"Corona bukan aib. Tak ada satu pun orang yang mau terpapar virus covid-19." imbuhnya.

Tuah memastikan Komisi C DPRD Sintang, akan segera melakukan evaluasi terkait kejadian tersebut. Menurutnya, pelayanan humanis harus dikedepankan oleh semua pihak, apalagi saat merawat pasien corona.

"Sekali lagi, dengan kejadian ini ada pasien (diduga) depresi sampai nabrak kaca dan meninggal, berarti dia kan berlari, luar biasa, kaca tebal bisa hancur dan terluka. Kita evaluasi lagi bagaimana perawatan yang kita tekankan lebih humanis. Artinya pendektaan secara kemanusiaan, pasien itu tidak boleh sampai depresi, kalau perlu datangkan psikolog untuk membantu, ini tugas kita semua," ungkap Tuah.

Evaluasi rutin menurut Tuah penting dilakukan oleh Satgas. Sebab, saat ini di Sintang sedang terjadi lonjakan kasus corona. Ditambah lagi kekhawatiran lonjakan kasus pasca lebaran.

"Walaupun kemarin komisi sudah rapat dengan OPd terkait, mengenai penanggulangan covid ini, tapi kita akan rapat lagi lah, karena untuk menanggulangi ini kita harus sering mengadakan pertemuan," ujarnya.

"Karena perkembangan covid ini, setiap kasus berbeda. Kita khawatir dengan libur lebaran juga, meski sudah ada imbauan dilarang mudik. Tetapi mudah- mudahan tidak terjadi lonjakan (kasus) signifikan," harap Tuah Mangasih.

Halaman
12
Penulis: Agus Pujianto
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved