Larangan Buka Puasa Bersama, Ini Isi Revisi Surat Edaran Larangan Buka Puasa Bersama

Mendagri Tito Karnavian awalnya menerbitkan SE 450/2769/SJ tentang Pelarangan Kegiatan Buka Puasa Bersama pada Bulan Ramadhan...

Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi buka bersama. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pemerintah tak hanya mengatur soal aturan tentang mudik, aturan tentang larangan buka puasa bersama juga menjadi perhatian.

Mendagri Tito Karnavian awalnya menerbitkan SE 450/2769/SJ tentang Pelarangan Kegiatan Buka Puasa Bersama pada Bulan Ramadhan dan Kegiatan Open House/Halal Bihalal pada Hari Raya Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021.

SE yang terbit pada 3 Mei 2021 itu ditujukan kepada gubernur, bupati, dan wali kota di seluruh Indonesia.

"Melakukan pelarangan kegiatan buka puasa bersama yang melebihi dari jumlah keluarga inti ditambah 5 orang selama Bulan Ramadhan 1442 H/Tahun 2021," demikian bunyi poin pertama SE 450/2769/SJ yang kini telah dicabut.

Mendagri Revisi Surat Edaran Larangan Buka Puasa Bersama

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian merevisi surat edaran tentang larangan buka bersama saat Ramadan dan halal bihalal saat Idul Fitri 1442 Hijriah.

Baca juga: Kultum Ramadhan Hari ke 23 Puasa Ramadhan 2021/1442 H Tema Ceramah Kultum Ramadhan 2021 Hari Ini

Revisi surat edaran ini dilakukan pada 4 Mei 2021.

Pada Surat Edaran Mendagri Nomor 800/2794/SJ, Tito Karnavian tak lagi melarang buka bersama.

"Melakukan pembatasan kegiatan buka puasa bersama tidak melebihi dari jumlah keluarga inti ditambah 5 (lima) orang selama Bulan Ramadan 1442 H/Tahun 2022," bunyi angka 1 huruf a SE Mendagri Nomor 800/2794/SJ.

Dalam surat itu, Tito melarang seluruh pejabat atau ASN di pemerintahan daerah melakukan open house atau halal bihalal saat Idul Fitri.

Larangan itu tetap sama dengan yang tercantum dalam Surat Edaran Mendagri Nomor 800/2784/SJ.

"Mencermati terjadinya peningkatan kasus penularan Covid-19 khususnya pada perayaan Idul Fitri 1441 H/Tahun 2020 yang lalu serta pascalibur Natal dan Tahun Baru 2021, perlu dilakukan antisipasi pelaksanaan kegiatan selama bulan Ramadan 1442 H/Tahun 2021 dan menjelang perayaan, saat, dan pasca Hari Raya Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021," bunyi surat tersebut.

Baca juga: Hukum Tahajud dan Bacaan Doa Setelah Tahajud Lengkap Niat Puasa Ramadhan, Syah Jika Lupa Niat ?

Tito menambahkan satu poin aturan baru dalam surat edaran yang terbit.

Mantan Kapolri itu mencantumkan aturan peralihan.

Poin tersebut menjelaskan SE Mendagri Nomor 450/2769/SJ dan SE Mendagri Nomor 800/2794/SJ dicabut dan dinyatakan tidak berlaku saat surat edaran ini ditandatangani. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved