Breaking News:

Pasien Covid Kabur dan Meninggal

Kronologi Pasien Covid di Sintang Meninggal, Kabur Terobos Pintu Kaca Hingga Jatuh dalam Selokan

Pada pukul 20.32 WIB terjadi kejadian yang tidak diharapkan. Pasien melepas inpus dan selang oksigen berjalan keluar ruangan.

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Agus Pujianto
Pintu kaca inilah yang diterobos pasien corona saat melarikan diri saat menjalani perawatan di ruang isolasi khusus RSUD Ade M Djoen Sintang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Pasien corona berinisial M, tahun di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, meninggal dunia di RSUD Ade M Djoen. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, pasien sempat melarikan diri dari perawatan dengan cara menendang pintu kaca rumah sakit.

Kejadian tersebut terjadi pada Selasa malam, sekitar pukul 20.30 wib di ruang ICU.

Pria berusia 33 tahun tersebut, meninggal dunia pada pukul Rabu, 5 Mei 2021 pada pukul 02.30 wib setelah sempat mendapat perawatan luka akibat pecahan kaca pada kaki kirinya.

Direktur RSUD Ade M Djoen Sintang, Rosa Trifina mengataka pasien corona dengan alamat Binjai, masuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Ade Muhammad Djoen Sintang tanggal 25 April 2021, dengan hasil pemeriksaan Swab positif terkonfirmasi pada tanggal 27 April 2021 dengan diagnosa COVID-19 derajat berat.

Baca juga: BREAKING NEWS - Pasien Covid-19 di Sintang Meninggal Usai Tendang Pintu Kaca Saat Berupaya Kabur

Pada tanggal 4 Mei 2021 pukul 10.00 WIB pasien mengalami penurunan kesadaran (delirium) gelisah.

Pukul 19.35 WIB pasien menggigil, dengan tanda-tanda vital Tekanan Darah = 75/40 mmhg dengan Nadi 98 kali/menit, RR 28 kali/menit, Temp = 37,5 oC, Saturasi oksigen Pasien mendapatkan therapy tambahan.

"Pukul 20.20 WIB pasien terlihat gelisah, sesak, pasien terpasang oksigen 15 lpm. Karena melihat pasien gelisah dua orang perawat jaga segera bersiap-siap menggunakan APD untuk melakukan penanganan dan pertolongan kepada pasien," kata Rosa, Rabu 5 Mei 2021.

Lalu, pada pukul 20.32 WIB terjadi kejadian yang tidak diharapkan. Pasien melepas inpus dan selang oksigen berjalan keluar ruangan.

Menurut Rosa, salah satu perawat yang telah menggunakan APD berusaha mencegah pasien keluar dengan menahan pintu, namun pasien mendobrak pintu kaca kedua ke arah luar ruangan dengan kuat sehingga kaca pecah dan menyebabkan kaki kiri pasien mengalami luka robek.

"Setelah menendang pintu kaca pasien menerobos keluar lewat pintu kaca tersebut dan melewati pintu kaca pertama kemudian pasien terjatuh ke dalam selokan depan ruangan perawatan Covid 19 dan berusaha naik ke lantai selasar," ungkap Rosa.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved