Breaking News:

Kisah Nyata Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, Arkeolog Temukan Kemungkinan Lokasi Tenggelam

Tenggelamnya Kapal Van der Wijck memang lebih dikenal sebagai judul buku kary Buya Hamka yang ditulis pada 1939.

Kemdikbud.go.id
Kapal Van der Wijk mengalami kecelakan pada 19 Oktober 1936. Tim BPCB Jatim menemukan lokasi karamnya kapal di Lamongan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Tenggelamnya Kapal Van der Wijck memang lebih dikenal sebagai novel karya Buya Hamka yang ditulis pada 1939.

Novel tersebut mengisahkan persoalan adat di Minangkabau dan kisah perbedaan latar belakang sosial yang menghalangi hubungan sepasang kekasih hingga berakhir dengan kematian.

Novel itu juga makin populer semenjak tahun 1969 karena dipakai sebagai bahan bacaan wajib bagi para pelajar di Indonesia dan bahkan di Malaysia.

Pada 2013, kisah Tenggelamnya Kapal Van der Wijck itu diangkat pula ke layar lebar yang dibintangi oleh Pevita Pearce, Herjunot Ali, dan Reza Rahadian.

Baca juga: Tetap Ingin Melakukan Perjalanan Saat Larangan Mudik Berlangsung, Penuhi Sejumlah Syarat Ini

Beberapa orang mungkin menganggap jika tenggelamnya Kapal Van der Wijck merupakan kisah rekaan yang ditulis dalam novel karya Buya Hamka.

Namun kisah itu ternyata bukanlah cerita fiktif.

Masih ada bukti-bukti yang menguatkan kalau kapal tersebut sebelumnya memang pernah berlayar.

Salah satunya adalah keberadaan tugu peringatan sebagai ucapan terima kasih kepada nelayan yang telah menolong para korban saat Van der Wijk mengalami kecelakan pada 19 Oktober 1936.

Tugu tersebut masih bisa dijumpai di halaman Kantor Perikanan Brondong, Lamongan.

Tapi tak hanya itu saja. Arkeolog berhasil menemukan bukti lain yang menjadi petunjuk lokasi tenggelamnya kapal Van der Wijck.

Halaman
1234
Editor: Nasaruddin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved