Breaking News:

Dinkes: Masuk Sambas Harus Tunjukkan Surat Swab Antigen

Tim satgas semuanya akan terlibat. Termasuk Satpol PP, Dishub, TNI-Polri, Dinas Kesehatan dan juga BPBD nantinya semua akan terlibat

TRIBUNPONTIANAK/M Wawan Gunawan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, yang juga juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Sambas, dr Fatah Maryunani, Rabu 14 April 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sambas, yang juga juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Sambas, dr Fatah Maryunani mengatakan tim gabungan dari unsur pemerintah daerah dan forkopimda akan terlibat di posko cek point' yang di bentuk oleh Pemda di perbatasan Sambas dan Singkawang.

Dimana posko cek point' itu akan mulai efektif pada 6 sampai dengan 17 Mei mendatang.

"Tim satgas semuanya akan terlibat. Termasuk Satpol PP, Dishub, TNI-Polri, Dinas Kesehatan dan juga BPBD nantinya semua akan terlibat," ujarnya, Selasa 4 Mei 2021.

Lebih lanjut dia menjelaskan, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Satgas penanganan Covid-19, dengan nomor 12 tertanggal 26 Maret 2021 dan SE 13 tahun 2021 tanggal 7 April 2021. Serta adendum SE 13 tahun 2021 tanggal 21 April 2021.

Baca juga: Kapolres Sambas: Pelintas Akan di Lakukan Swab Antigen Secara Acak

Maka pemerintah daerah diharuskan untuk melakukan pengetatan mudik atau "pra" mudik, masa peniadaan mudik dan masa pengetatan mudik "Pasca,".

Karenanya kata dr Fatah, untuk menindaklanjuti itu maka salah satu dokumen yang mesti di lengkapi adalah dokumen hasil swab antigen, sebelum memasuki Kabupaten Sambas.

"Jadi untuk setiap yang lewat harus bawa surat antigen. Ini berlaku mulai 6-17 Mei mendatang," katanya.

Surat itu kata dia, akan berlaku selama 2 kali 24 jam. Sejak surat itu dikeluarkan oleh pihak terkait.

"Untuk surat hasil swab antigen ini nantinya berlaku 2 kali 24 jam," tutupnya. (*)

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved