Breaking News:

Pasien Covid Kabur dan Meninggal

BREAKING NEWS - Pasien Covid-19 di Sintang Meninggal Usai Tendang Pintu Kaca Saat Berupaya Kabur

Pada pukul 20.30 malam, kondisi pasien gaduh gelisah disertai sesak nafas dan penurunan oksigen. Perawat saat itu bergerak cepat konsultasi ke dokter.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kondisi pintu kaca ruang ICU RSUD Ade M Djoen Sintang pecah setelah diterjang pasien corona yang nekad kabur. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Seorang pasien corona di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, meninggal dunia di RSUD Ade M Djoen. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, pasien sempat memaksa kabur dengan cara menendang pintu kaca rumah sakit.

Kejadian tersebut terjadi pada Selasa malam, sekitar pukul 20.30 wib di ruang ICU. Pasien meninggal dunia pada pukul Rabu, 5 Mei 2021 pada pukul 02.30 wib setelah sempat mendapat perawatan luka akibat pecahan kaca pada kaki kirinya.

Pasien tersebut, sudah 9 hari dirawat di rumah sakit, dengan hasil swab PCR positif corona.

"Satu hari sebelum kejadian, pasien ini memang sudah ada perburukan kondisi umumnya. Pasien mengalami demam, panas, sesak, delirium (kebingungan dan kurang kesadaran) gelisah. Dan ini sudah menjadi pantauan kita," kata Direktur RSUD Ade M Djoen Sintang, Rosa Trifina, Rabu 5 Mei 2021.

Pada pukul 20.30 malam, kondisi pasien gaduh gelisah disertai sesak nafas dan penurunan oksigen. Perawat saat itu bergerak cepat konsultasi ke dokter. Disarankan agar pasien diberikan terapi.

"Pasien sendiri pada saat di dalam ruangan tempat tidur, dalam keadaan gaduh gelisah, dia melepas oksigen lalu berniat kabur," ungkap Rosa.

Perawat yang mengetahui kondisi itu berupaya untuk menahan pasien agar tidak keluar dan kembali ke tempat tidur. Namun, pasien tetap memaksa.

"Dia menolak, tetap mau keluar, pada akhirnya dia keluar. Karena dari pintu dia tidak bisa keluar karena dijaga perawat, akhirnya dia mencari jalan pintas lain pintu kaca sehingga kacanya pecah," beber Rosa.

Baca juga: Dinkes Siapkan 3 Ribu Kit Antigen di Posko Covid Sepulut Jarot: Siapapun Masuk Sintang Harus Negatif

Dari sejumlah video yang beredar, pintu kaca ruang perawatan di ICU pecah. Pasien terkapar dengan kondisi kaki berdarah di lorong rumah sakit. Perawat kemudian membawa pasien tersebut kembali masuk ke ruang perawatan untuk dipasang inpus dan oksigen. Sayang, nyawanya tak tertolong. Pasien tersebut meninggal dunia.

Rosa menegaskan, pasien covid yang meninggal tersebut bukan karena pendarahan serius akibat pecahan kaca saat menerjang pintu, melainkan karena virus corona.

Halaman
123
Penulis: Agus Pujianto
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved