Breaking News:

Balitbang Kalbar Gelar Seminar Penelitian 2021, Pemprov Harap Hasil Akhir Jadi Acuan Ambil Kebijakan

Dalam seminar itu terdapat 13 penelitian yang akan di presentasikan dengan  harapan melalui kegiatan ini dapat membuahkan hasil seperti yang diharapka

Penulis: Anggita Putri
Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Balitbang Provinsi Kalimantan Barat menggelar Seminar Proposal Penelitian Tahun Anggaran 2021 yang dilaksanakan di Hotel Ibis Pontianak, Rabu 5 Mei 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Balitbang Provinsi Kalimantan Barat menggelar Seminar Proposal Penelitian Tahun Anggaran 2021 yang dilaksanakan di Hotel Ibis Pontianak, Rabu 5 Mei 2021.

Dalam seminar itu terdapat 13 penelitian yang akan di presentasikan dengan  harapan melalui kegiatan ini dapat membuahkan hasil seperti yang diharapkan dan dapat di pertanggung jawabkan secara akademis.

Hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Junaidi sebagai pembahas proposal yang sudah lolos untuk tahun 2021.

“Saya memberikan apresiasi kepada teman-teman di Balitbang dan di dalam pembahasan tadi kami baru melakukan tiga pembahasan,” ujarnya.

Baca juga: Legislator Kalbar Dukung Balitbang Kalbar Terus Kembangkan Penelitian Kratom di Kalbar

Pertama pembahasan yang dilakukan bekaitan dengan menuju desa mandiri walaupun ada perubahan dan sedikit masukan dari kepala UPB berkaitan dengan usaha pertambangan.

Sesuai arahan Gubernur Kalbar bahwa dikatakannya siapapun yang berusaha di Kalbar wajib hukumnya memberikan kontribusi untuk peningkatan kesejahteraan. 

Kedua berkaitan dengan DAS, terutama pada perubahan lahan.  Ia selaku warga Kalbar khususnya yang berasal dari Kapuas hulu untuk dapat dilakukan penelitian disana.

“Kita berharap betul agar perubahan lahan ini bisa menjamin. Tadi diminta bukan hanya sekadar mempertahankan ekosistemnya saja, tapi lebih kepada ketersedian air baku,”ujarnya. 

Berkaitan dengan penelitian Piko Hidro ia juga berharap agar bisa diimplementasikan. Walaupun diakuinya saat ini masih terkendala sulit regualasi.

“Kita sudah ciptakan inovasi tapi PLN tidak mau pakai.Oleh karena itu saya saran ke Balitbang agar hasil ini intens dikomunikasikan dengan PLN,”jelasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved