Breaking News:

Tjhai Chui Mie Tak Larang Berkunjung Ke Singkawang, Namun Tak Segan Beri Sanksi Pelanggar Prokes

Kepada awak media, dengan tegas ia mengatakan tidak ada larangan bagi masyarakat untuk keluar maupun masuk Kota Singkawang.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie saat diwawancarai awak media. Minggu 2 Mei 2021 malam. /Istimewa 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Pemerintah Kota Singkawang mengizinkan pengunjung dari luar Kota Singkawang untuk datang ke Kota Singkawang.

Hal ini ditegaskan oleh Wali Kota sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie.

Kepada awak media, dengan tegas ia mengatakan tidak ada larangan bagi masyarakat untuk keluar maupun masuk Kota Singkawang.

"Kita tidak ada larangan keluar masuk Singkawang, itu harus ditegaskan," ujar Tjhai Chui Mie saat diwawancarai awak media usai menghadiri pertemuan bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Singkawang pada Minggu 2 Mei 2021 malam.

Baca juga: Patroli Prokes Semakin Ketat di Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie Ajak Masyarakat Kerjasama

Kendati tidak memberikan larangan, sebagai gantinya Pemerintah Kota Singkawang memperketat protokol kesehatan kepada masyarakat dan pengunjung di Kota Singkawang.

Bahkan, Wali Kota menegaskan pihaknya tidak segan-segan untuk memberikan sanksi kepada pelanggar Protokol Kesehatan sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwako) yang sudah ditetapkan.

"Kami harapkan seluruh masyarakat untuk taati protokol kesehatan, karena kami akan memberikan sanksi sesuai dengan perwako Kota Singkawang, kami tidak main-main lagi," tegasnya.

Dari penelusuran Tribunpontianak, aturan sanksi pelanggar protokol kesehatan tersebut sudah tertuang pada Perwako nomor 49 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendaloan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) yang telah diterbitkan pada 7 September 2020 lalu.

Dalam Perwako tersebut, sanksi yang diberikan Pemerintah Kota Singkawang kepada pelanggar protokol kesehatan meliputi tiga golongan tertentu, seperti perorangan, pelaku usaha, Aparatur Sipil Negara (ASN) serta tenaga Kontrak.

Bagi perorangan, sanksi berupa teguran lisan atau teguran tertulis, kerja sosial selama 30 menit ditempat pelanggaran yang dilakukan, hingga dikarantina sampai keluarnya hasil swab PCR dengan menyesuaikan situasi dan kondisi.

Sedangkan bagi pelaku usaha, sanksi berupa teguran lisan atau tertulis, pembubaran kegiatan, penutupan sementara, pencabutan izin usaja, hingga dikenakan sanksi pidana.

Bagi ASN, sanksi diberikan menyesuaikan peraturan perundang-undangan yang mengatur Disiplin Pegawai ASN atau denda administratif berupa tidak dibayarkan tunjangan ASN.

Sedangkan bagi tenaga kontrak, sanksi meliputi teguran lisan atau teguran tertulis, kerja sosial, hingga diberhentikan. (*)

Penulis: Rizki Kurnia
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved