Breaking News:

Tak Hanya THR Pemerintahan, Eddy Suratman Harap Para Perusahaan Juga Mengeluarkan THR untuk Pekerja

Ia berharap dengan adanya tambahan THR tersebut konsumsi rumah tangga meningkat, akan tetapi jangan sampai peningkatannya membuat inflasi menjadi ting

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Prof Eddy Suratman 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Total pembayaran THR dan Tunjangan Keagamaan untuk PNS , non PNS di Satker KL dan Pemprov Kalbar mencapai Rp 294 Miliar.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Ekonomi Universitas Tanjungpura, Eddy Suratman mengharapkan dengan adanya pembayaran THR kepada para ASN ekonomi triwulan II tahun 2021 nisa bergerak lebih baik.

“Karena angka Rp 295 Miliar hanya untuk pembayaran THR Satker KL dan ASN di pemprov saja belum ditambah kabupaten kota,”ujarnya kepada Tribun Pontianak, Senin 3 Mei 2021.

Ia berharap dengan adanya tambahan THR tersebut konsumsi rumah tangga meningkat, akan tetapi jangan sampai peningkatannya membuat inflasi menjadi tinggi.

“Jadi harus dijaga supaya stabil. Selain itu bisa mendorong konsumsi rumah tangga maka ekonomi triwulan II tahun 2021 kita bisa lebih baik,”ujarnya.

Ia mengatakan melihat Data tahun 2020 ekonomi Provinsi Kalbar terkontrusi minus 1,80 persen dan salah satu penyebabnya adalah konsumsi rumah tangga tumbuh negatif.

Baca juga: PENCAIRAN THR dan Gaji 13 Tahun 2021, Berapa Besaran THR dan gaji ke-13 Yang Akan Diterima? 

Ia mengatakan ketika sudah mendapatkan THR seharusnya digunakan untuk membeli sesuatu yang penting dan harus langsung bisa menggerakkan ekonomi rakyat.

“Misalnya mereka bisa belanja di pasar tradisional dan untuk persiapan lebaran beli kue rumah tangga. Kemudian kalau belanja pakaian lebih baik beli di tempat jahit biasa,”ujarnya.

Sehingga dampak ekonomi benar-benar berdampak di Kalbar, berbeda kalau belanja di mall memang akan menggerakkan ekonomi, akan tetapi uangnya akan keluar lagi.

“Kalau THR ASN sudah hampir pasti cair karena sudah ada tandatangan presiden tinggal menunggu waktu, tapi yang kita harapkan perusahaan swasta juga membayarkan THR untuk karyawan mereka,”ujarnya

Sehingga dikatakannya penggerak ekonomi tidak hanya di dorong THR dari para ASN saja, tapi juga perusahaan swasta. Maka dampak THR nya akan lebih besar.

“Jadi intinya swasta harus mengikuti pemerintah untuk segera membayar THR kepada karyawannya,” pungkasnya. (*)

Penulis: Anggita Putri
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved