Breaking News:

Peniadaan Mudik Lebaran, Kapolres Siapkan Penjagaan 24 Jam di Sejumlah Pintu Masuk Kayong Utara

Lantas bagi warga yang sedang dalam keadaan mendesak, seperti sedang sakit atau ada keluarga yang sakit, tetap akan ada pengecualian.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Adelbertus
Kapolres Kayong Utara, AKBP Bambang Sukmo Wibowo. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONGUTARA - Kapolres Kayong Utara, AKBP Bambang Sukmo Wibowo mengatakan kegiatan penjagaan peniadaan mudik Lebaran di sejumlah pintu masuk bakal dilakukan mulai 6-17 Mei 2021.

Dia memastikan, proses penjagaan bakal dilakukan selama 24 jam.

"Oh ya betul (24 jam), namun tetap memperhatikan kepadatan arus mobilitas dan cuaca ya," kata Bambang kepada tribunpontianak.co.id, Senin 3 Mei 2021.

Bambang berencana menerapkan sistem sif bagi petugas yang melakukan penjagaan di sejumlah check point.

Baca juga: DKP Kayong Utara: Kepemilikan Pas Kapal Permudah Nelayan Dapat BBM Subsidi

"Rencana demikian (sistem sif). Berganti setiap 8 jam," imbuh Bambang.

Bambang juga memastikan pihaknya bakal bertindak selektif dalam penjagaan tersebut.

Dia menegaskan, warga yang dibolehkan masuk hanya untuk yang membawa surat swab, serta hasil pemeriksaan awal petugas menyatakan tidak terdapat indikasi tertular COVID-19.

Lantas bagi warga yang sedang dalam keadaan mendesak, seperti sedang sakit atau ada keluarga yang sakit, tetap akan ada pengecualian.

Sebelumnya, Bambang mengatakan kegiatan penjagaan bakal dilakukan di pintu-pintu masuk jalur darat maupun air.

Diantaranya dermaga speedboat Sukadana, Simpang Hilir, Teluk Batang, hingga Seponti.

Sedangkan untuk jalur darat antara lain Siduk dan Perawas.

"Jadi betul-betul kami akan selektif untuk yang masuk ke Kayong bukan orang dari luar ke Kayong. Tetapi mungkin karena kerjanya di luar Kayong, dia akan masuk," papar Bambang.

Akan tetapi, menurut Bambang, arus masuk barang kebutuhan pokok masih akan tetap dibolehkan.

Oleh karenanya, dia berharap masyarakat tidak perlu khawatir bakal terjadi kekurangan pasokan barang kebutuhan pokok dari luar daerah.

"Yang dibatasi adalah mobilitas pergerakan manusia. Apalagi yang tadi, mudik tidak boleh," jelas Bambang. (*)

Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved