Breaking News:

Januari Hingga Mei 2021, 93 Gigitan Anjing Terjadi di Kabupaten Sanggau

Kejadian gigitan anjing tersebut, lanjut Sarimin merata di setiap Kecamatan di Kabupaten Sanggau.  Ia juga menjelaskan terkait langkah-langkah apa saj

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Hendry
Kepala Bidang P2PL Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sanggau, Sarimin Sitepu 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sanggau, Sarimin Sitepu menyampaikan bahwa sebanyak 93 gigitan anjing  yang terjadi di Kabupaten Sanggau dari Januari sampai April 2021.

"Januari 37 gigitan, Februari 30 gigitan, Maret 19 gigitan, dan April 7 gigitan. Total 93 orang dan Sampai hari ini belum ada laporan meninggal (Akibat gigitan anjing),"katanya, Senin 3 Mei 2021.

Kejadian gigitan anjing tersebut, lanjut Sarimin merata di setiap Kecamatan di Kabupaten Sanggau. 
Ia juga menjelaskan terkait langkah-langkah apa saja yang dilakukan jika tergigit anjing.

Baca juga: Mantan Wakapolres Sanggau Ajak Donor Darah untuk Peduli Sesama

"Langkah langkah yang dilakukan jika terkena gigitan yakni cuci luka pakai sabun di air mengalir selama 10 menit, Jangan disikat lukanya,  Setelah cuci luka boleh diberi antiseptic seperti betadin,"jelasnya.

Kemudian, Bawa ke Puskesmas terdekat untuk diberikan var (Vaksin anti rabies) pada hari 0, hari ke-7 dan hari ke-21. "Jadi harus 3 kali datang ke Puskemas untuk melengkapi var nya,"ujarnya.

Disinggung terkait apakah dari 93 gigitan tersebut ada gigitan anjing rabies, Sarimin menjelaskan bahwa pemeriksaan rabies atau tidaknya anjing tersebut dilakukan oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan.

"Kalau rabies atau tidak, Dinas Perkebunan dan Peternakan yang memeriksakan sampel kepala anjingnya,"ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Sanggau, H Syafriansyah menambahkan bahwa hingga saat ini memang sudah ada kasus gigitan anjing yang terjadi di Kabupaten Sanggau.  

"Tapi apakah anjing yang menggigit itu rabies atau tidak belum bisa dipastikan. Karena belum ada pengujian lab terhadap anjingnya sudah keburu dimusnahkan masyarakat," ujarnya. (*)

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved