Breaking News:

Isu Liar Rugikan Anggota PHRI Singkawang, Mulyadi Sambut Baik Ketegasan Pemkot

Bahkan, isu liar tersebut menyebabkan sebagian besar bookingan di hotel-hotel di Kota Singkawang dibatalkan oleh pelanggan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Singkawang, Mulyadi Qamal. /RIZKI KURNIA 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Singkawang menyambut baik ketegasan Pemerintah Kota Singkawang dengan tidak melarang pengunjung untuk datang ke Kota Singkawang.

Mulyadi Qamal, Ketua PHRI Kota Singkawang mengatakan, semenjak beredarnya isu liar bernarasi larangan orang untuk datang ke Kota Singkawang, berdampak besar pada tingkat kunjungan perhotelan di Kota Singkawang.

Bahkan, isu liar tersebut menyebabkan sebagian besar bookingan di hotel-hotel di Kota Singkawang dibatalkan oleh pelanggan dan berujung merugikan pihak pemilik hotel.

Menurut penuturan Mulyadi, para pemilik hotel di Singkawang ini terpaksa mengembalikan panjar atau uang muka milik calon pengunjung yang dibatalkan, setelah diminta oleh calon pengunjung tersebut.

Baca juga: Tjhai Chui Mie Tak Larang Berkunjung Ke Singkawang, Namun Tak Segan Beri Sanksi Pelanggar Prokes

Padahal biasanya pada perjanjian awal akan disampaikan oleh pihak hotel bahwa uang muka booking tidak dapat dikembalikan apabila bookingan dibatakalkan.

"Ya, karena menimbang situasi, jadi uang panjar calon pengunjung terpaksa dikembalikan," kata Mulyadi kepada wartawan, Senin 3 Mei 2021.

Kondisi perhotelan dan restoran yang semangkin sulit ini, Mulyadi katakan, sudah sangat dirasakan oleh pengusaha khususnya anggota PHRI Kota Singkawang.

Sudah lebih dari satu tahun para pengusaha perhotelan dan restoran berusaha bertahan untuk terus melanjutkan usahanya, dan kini beredarnya isu liar tersebut justru menambah beban pengusaha.

"Yang seharusnya di saat momen libur panjang, jumlah pengunjung akan banyak dan membantu memperpanjang nafas pengusaha, kini harapan tersebut pupus," keluhnya.

Hingga digelarnya pertemuan antara Anggota PHRI bersama Wali Kota Singkawang pada Minggu 2 Mei 2021 malam kemarin, disertai ketegasawan Wali Kota untuk tidak melarang pengunjung datang ke Kota Singkawang, menjadi kabar baik bagi pelaku usaha perhotelan.

"Kami berharap pengunjung kembali meninggkat di Kota Singkawang, usaha perhotelan, restoran dan usaha lainnya kembali hidup," harapnya.

Selain itu pula, Mulyadi menegaskan, pihaknya di PHRI Kota Singkawang juga menjamin penerapan ketat protokol kesehatan, baik bagi karyawan maupun pengunjung hotel dan restoran. (*)

Penulis: Rizki Kurnia
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved