Breaking News:

Pokja Rumah Demokrasi Kalbar gelar FGD 'Semangat Nasionalisme Kebangsaan Dalam Berdemokrasi'

Hal tersebut dikemukakan saat Kelompok Kerja (Pokja) Rumah Demokrasi Kalbar menggelar Focus Group Discussion (FGD) di ballroom Hotel Golden Tulip Pont

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kelompok Kerja (Pokja) Rumah Demokrasi Kalbar menggelar Focus Group Discussion (FGD) di ballroom Hotel Golden Tulip Pontianak Jalan Teuku Umar, baru-baru ini. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Semangat kebangsaan dan nasionalisme dalam iklim demokrasi sepakat untuk terus ditanamkan kepada setiap insan dan elemen masyarakat.

Hal tersebut dikemukakan saat Kelompok Kerja (Pokja) Rumah Demokrasi Kalbar menggelar Focus Group Discussion (FGD) di ballroom Hotel Golden Tulip Pontianak Jalan Teuku Umar, baru-baru ini.

Mengusung tema menumbuhkan semangat nasionalisme kebangsaan dalam berdemokrasi, hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPD/MPR RI Maria Goreti, S.Sos., M.Si sebagai Keynote Speaker dan tiga orang narasumber yakni, Wakil Ketua DPRD Kalbar Syarif Amin Muhammad, A.Md, Kepala Kesbangpol Kalbar Drs. Hermanus, M.Si, dan Pengamat Mafindo Pontianak Dr. Syf. Ema Rahmaniah, M.Sc.Ed

Baca juga: Lasarus Pastikan Pendidikan Kader Partai Hal Utama Untuk Pesta Demokrasi 2024

Ketua Umum Pokja Rumah Demokrasi Zainudin Kismit dalam sambutanya mengatakan alasan pihaknya mengangkat tema tersebut karena ingin bagaimana ada integrasi antara nasionalisme dan demokrasi menjadi semangat dalam mewujudkan cita-cita kebangsaan yaitu adanya keadilan sosial dan masyarakat adil makmur.

Nasionalisme itu, kata dia, terdapat dua klasifikasi pertama civic nasionalism dan yang kedua etnhic nasionalism.

"Dari klasifikasi itu di bangsa ini telah ada keduanya tinggal bagaimana memaksimalkan itu menjadi tindakan nasionalisme melalui bagian dari pilar-pilar demokrasi yaitu kerakyatan, permusyawaratan dan keterwakilan, karena jika berdemokrasi tanpa nasionalisme maka itu akan rentan penyalahgunaan salah satunya itu korupsi. maka dari itu penting adanya mengubah semangat nasionalisme menjadi tindakan untuk bangsa yang maju, modern, adil, dan makmur," ujarnya, Minggu 2 Mei 2021 kepada Tribun.

Anggota DPD/MPR RI Maria Goreti mengatakan generasi muda, terutama usia 18 sampai 30 tahun, bukan calon pemimpin masa depan tetapi pemimpin saat ini bagi kaumnya dan komunitasnya. 

Hirup nafas semangat panggilan bangsa, kuat tekat untuk berbuat untuk bangsa, tingkatkan kapasitas diri, intelektualitas dan karakter beretika moral. 

"Kembangkan potensi, bakat dan talenta, dan berkiprahlah dengan pilihan kegiatan, agar berguna bagi orang lain," ujarnya.

"Jika tidak bisa sumbangkan materi, sumbangkan tenaga, dukungan moril, dan waktu. Belajar terus jangan henti, aktiflah dalam kegiatan berkolaborasi sesama anak bangsa tanpa sikap diskriminasi. Baca tulisan-tulisan penting tokoh-tokoh bangsa, jadikan idola bagi diri sendiri. Berani kemukakan pendapat, berani hargai pendapat orang lain. Percaya diri dan tingkat rasa tanggungjawab. Begitu cara kita isi kemerdekaan," pesan Maria.

Halaman
123
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved