Breaking News:

Peringatan Hari Buruh Saat Pandemi, Feby Setyaningsih Harap Pemerintah Selalu Perhatikan Hak Buruh

Ia menegaskan bahwa hari buruh terlahir dari banyak sekali perjuangan kelas pekerja demi meraih hak-hak industrial. 

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Nama : Feby Setyaningsih Instagram : @febystyngsh01 Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Kampus : IKIP PGRI Pontianak 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Feby Setyaningsih mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP PGRI Pontianak mengatakan dengan ditetapkannya 1 Mei sebagai Hari Buruh (May Day) patut di apresiasi dengan terus memperhatikan hak-hak para buruh yang ada.

Ia menegaskan bahwa hari buruh terlahir dari banyak sekali perjuangan kelas pekerja demi meraih hak-hak industrial. 

"Peringatan tentang hari buruh atau yang di kenal dengan may day, dijadikan sebagai aksi yang dianggap bagian dari demokrasi untuk menaikkan kesejahteraan kaum buruh,” ujarnya.

Baca juga: Momentum Hari Buruh, Steper Vijaye Harap Seluruh Buruh Mendapatkan Upah Layak

Perayaan Hari Buruh yang bermula pada 1 Mei 1886 ini memang tak sekadar memberikan aspirasi kesejahteraan seperti kenaikan upah, subsidi dari pemerintah atas beberapa kebutuhan dasar, dan status pekerja tetap. 

“Terkait kesejahteraan buruh di Kalbar saya berharap pemerintah harus selalu mengupayakan hal-hal yang berkaitan dengan masalah ketenagakerjaan  terutama dimasa pandemi covid-19,”ujjarnya.

Kemudian,  pemerintah tidak melupakan aturan Dalam Pasal 27 ayat 2 UUD yang jelas disebutkan bahwa tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.  

Maka dari itu agar para pemerintah dan perusahaan dapat menjamin kesejatraan dan kelayakan atas perlakuan bagi para buruh baik dalam pekerjaan, upah, dan jaminan kesehatannya.

Sebagian besar waktu dan tenaga yang mereka korbankan untuk sebuah perusahan harus juga menjadi sebuah pertimbangan. 

“Tentunya mereka ingin nikmati hasil kerja kerasnya tidak hanya untuk saat ini, tapi juga di hari tua mereka. Adanya BPJS Ketenagakerjaan yang merupakan pembaruan dari Jamsostek cukup bisa memberikan harapan tersebut,”tegasnya.

Ditengah pandemi covid-19 banyak yang trdampak covid-19 termasuk buruh. Maka di butuhkan suatu kerja sama yang baik antara pemerintah dan perusahaan dalam mengambil keputusan dengan harapan agar nasip para buruh  yabg terdampak menjadi pertimbangan yang harus di utamakan. 

Sesuai dengan Undang-Undang (UU) No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sudah menegaskan bahwa PHK seharusnya menjadi langkah terakhir yang ditempuh. 

Sebelum melakukan PHK, UU Ketenagakerjaan mengatur bagaimana pengusaha, buruh, serikat buruh, dan pemerintah harus bekerja sama agar tidak terjadi PHK.

“Saya berharap pada May Day tahun 2021 agar segala fasilitas pekerjaan dan kejelasan jam kerja, gaji yang sesuai dengan setandar, jaminan keamanan dan keselamatan dalam bekerja, penghargaan atas kerja keras buruh. karena buruh salah satu elemen penting dalam pembangunan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Anggita Putri
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved