Breaking News:

MUI Kalbar Imbau Umat Islam Terapkan Prokes Covid-19 Ketat Saat Sholat Idul Fitri

Kita berpatokan berdasarkan Fatwa MUI pusat, yang intinya sholat ID di masjid, surau, lapangan di perbolehkan dilaksanakan

TRIBUN PONTIANAK/ FERRYANTO
Ketua MUI Kalbar H. Muhammad Basri Har. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan Fatwa terkait Panduan Penyelenggaraan Ibadah pada bulan Ramadhan dan Syawal 1442 Hijriah

Fatwa yang di keluarkan oleh MUI di masa Pandemi Covid 19 yang belum berakhir ini berisikan panduan ibadah umat muslim di masa Pandemi.

Dalam fatwa tersebut, MUI telah membuat panduan pelaksanaan sholat fardhu, Tarawih, witir, tadarus, Qiyamullail, dan Itikaf.

Selain itu, pada panduan tersebut MUI juga memuat pelaksanaan Takbir, Shalat Idul Fitri, dan silaturahim halal bi halal.

Baca juga: Ketua Yayasan Masjid At-Taqwa Mempawah Sebut Pelaksanaan Salat Idul Fitri Tetap Mengedepankan Prokes

HM Basri Har, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Barat menyampaikan, sesuai Petunjuk pelaksanaan ibadah dalam Ramadhan termasuk Shalat Idul Fithri mengacu pada Fatwa MUI No. 24 tersebut, pada dasarnya shalat Id boleh dilaksanakan di masjid, surau atau lapangan, namun dalam pelaksanaannya tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Kita berpatokan berdasarkan Fatwa MUI pusat, yang intinya sholat ID di masjid, surau, lapangan di perbolehkan dilaksanakan, namun tetap menerapkan Protokol kesehatan,"Tuturnya saat di konfirmasi Tribun Pontianak, Sabtu 1 Mei 2021.

Namun, ia berpesan kepada orang - orang yang sedang sakit hendaknya tidak ke bergabung sholat bersama masyarakat yang lain di masjid, surau atau lapangan.

Kepada seluruh pengurus masjid dan panitia yang akan melaksanakan sholat id, ia berharap dapat menyiapkan fasilitas protokol kesehatan Covid 19 dengan baik.

Menyiapkan masker guna antisipasi warga yang tak membawa, menyiapkan handsanitizer, mempersiapkan jarak antar satu jamaah dengan jamaah lain.

Pandemi yang tak kunjung berakhir ini, ia menghimbau kepada masyarakat agar dapat beradaptasi dengan seluruh kebiasaan baru, yakni menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan dan lain sebagainya sesuai dengan prosedur yang telah di tetapkan Pemerintah.

"Didalam ajaran Islam, setiap umat Islam itu wajib saling menyelamatkan antara satu dan yang lain, terlebih menyangkut masalah kesehatan, dan masalah kesehatan keselamatan itu harus di utamakan,"pesannya. (*)

Penulis: Ferryanto
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved