Breaking News:

Bagikan Masker di Pasar Tradisional, Edi Rusdi Kamtono: 95 Persen Semua Telah Menggunakan Masker

Usai membagikan masker secara gratis, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, bahwa kesadaran masyarakat dalam memakai masker sudah tinggi

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono memberikan masker secara gratis sekaligus memasangkan masker kepada pedagang di pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada, Pontianak Kalimantan Barat, Sabtu 1 Mei 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono turun langsung membagikan masker secara gratis kepada para pengunjung dan pedagang Pasar tradisional, pada Sabtu 1 Mei 2021 menyasar di pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Saat melihat pengujung maupun pedagang yang tak mengenakan masker, langsung diberikan secara gratis.

Hal tersebut dilakukan agar penerapan protokol kesehatan covid-19 dilakukan secara ketat oleh masyarakat, meskipun dalam aktivitas perekonomian sehari-hari.

Pentingnya menerapkan protokol kesehatan covid-19 secara ketat, lantaran agar aktivitas tetap aman dari covid-19 dan aktivitas perekonomian masyarakat pun tetap berjalan dengan baik.

Dengan demikian, bisa mencegah penyebaran covid-19.

Usai membagikan masker secara gratis, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, bahwa kesadaran masyarakat dalam memakai masker sudah tinggi.

Baca juga: Kadiskumdag Kota Pontianak Pastikan Stok Pangan Tersedia Jelang Idul Fitri

"Beberapa pengunjung dan pedagang di pasar yang tidak mengenakan masker langsung kita berikan masker. Tapi saya melihat 95 persen semua telah menggunakan masker," terang Edi Rusdi Kamtono.

Edi Rusdi Kamtono menilai, persentase 95 persen warga yang memakai masker di pasar sebagai bentuk meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Namun, kegiatan yang digelar tersebut, dikatakan Edi, untuk memastikan warga yang berbelanja maupun pedagang di pasar telah menerapkan protokol kesehatan.

"Masih ada segelintir warga yang salah dalam mengenakan masker. Kita berharap dengan kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan bisa mengendalikan Covid-19 di Kota Pontianak," ucapnya.

Edi menegaskan, saat ini dalam penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, maka protokol kesehatan di pasar harus diperketat.

"Apalagi sejak awal pandemi Covid-19 tidak ada penutupan aktivitas di pasar. Karena roda perekonomian harus tetap berjalan. Yang terpenting warga tetap mematuhi protokol kesehatan dalam segala aktivitasnya," ungkapnya.

Baca juga: Jelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Pontianak Stabil

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak Junaidi mengungkapkan, memang untuk kesadaran para pengunjung dan pedagang di pasar dalam memakai masker sudah meningkat.

Kendati, demikian diakuinya memang masih ada beberapa orang yang tidak sesuai dengan prosedur protokol kesehatan.

Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada pedagang maupun pengujung agar tetap disiplin sesuai dengan prosedur protokol kesehatan covid-19.

"Kadang masih ada yang mengenakan masker tidak sesuai dengan standar. Kadang-kadang karena aktivitas berjualan mereka menempatkan masker di bawah dagu. Ini akan kita sosialisasikan terus- menerus untuk penggunaan maskeran yang benar sesuai standar," pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved