Breaking News:

Dishub Kalbar Sebut Jika Moda Transportasi Lakukan Pelanggaran akan Dikenakan Sanksi Administratif

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat, Ignasius menjelaskan bahwa sebelum masuk pada periode larangan mudik pada 6-17 Mei 2021. 

TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Kadishub Kalbar, Ignasius saat diwawancarai di Ruang Kerjanya, Kamis 29 April 2021 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Satgas Covid-19 Nasional telah mengeluarkan regulasi terkait peniadaan mudik Idul Fitri 1442 H dengan membagi kedalam tiga periode. Namun ada pengecualian untuk pelaku perjalanan pada periode larangan mudik pada 6-17 Mei 2021.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat, Ignasius menjelaskan bahwa sebelum masuk pada periode larangan mudik pada 6-17 Mei 2021. 

Perjalanan mudik masih di perkenankan pada 22 April -5 Mei 2021 dengan dilakukan pengetatan yang harus menujukan hasil swab pcr,antigen negatif dengan masa berlaku 1x24 jam sejak pengambilan sampel.

Selanjutnya pada masa pasca pelarangan mudik 18-24 Mei 2021 orang boleh melakukan perjalanan dengan harus menyertakan juga hasil swab PCR atau Rapid antigen maksimal dengan masa berlaku 1x24 jam. 

Baca juga: Ketentuan Mudik Lokal, Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya Masuk Kawasan Aglomerasi di Kalbar 

Sedangkan pada periode masa pelaranganan mudik dari 6-17 Mei 2021 terdapat pengecualian untuk yang melakukan perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit atau melakukan kunjungan duka karena adanya keluarga meninggal, ibu hamil untuk kepentingan bersalin yang dibuktikan dengan surat pihak terkait.

Mereka juga harus menunjukan hasil PCR 3x24 jam sejak masa pengambilan sampel atau hasil test rapid antigen maksimal 2x24 jam.

Ignasius menjelaskan terkait masa larangan mudik 6-17 Mei 2021 pada tiap moda transportasi akan dibuka posko pada ditiap pintu masuk untuk penjagaan dan cek poin,serta apa saha aturan yang berlaku pada tiap moda transportasi yang ada Kalbar.

Aturan untuk transportasi darat pada periode larangan mudik 6-17 Mei 2021.

Ignasius menjelaskan khusus untuk larangan mudik di transportasi darat  diberlakukan untuk kendaraan umum, bus, jenis mobil bus, bus penumpang dilarang beroperasi, dan kendaraan bermotor perseorangan.

“Tapi ada beberapa pengecualian misalnya kendara angkutan barang logistik , kendaraan oba-obatan, kendaraan pengangkut operasional pemerintah dan petugas penanganan Covid-19, pemadam kebakaran, serta ambulance,”ujarnya kepada Tribun Pontianak, Kamis 29 April 2021.

Halaman
123
Penulis: Anggita Putri
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved