Breaking News:

Bupati Darwis Siap Ikuti Intruksi PPKM Skala Mikro di Wilayah Kabupaten Bengkayang

Ia menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Bengkayang sudah menghimbau sesuai dengan surat edaran terkait PPKM disetiap desa-desa yang ada di Kabupaten Ben

Penulis: Jovi Lasta | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/JOVI LASTA
Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Provinsi Kalimantan Barat menerapkan status Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Mikro, Kamis 29 April 2021.

Keputusan ini telah dikeluarkan oleh Gubernur Kalimantan Barat sesuai intruksi dari Sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 9 Tahun 2021. Untuk pelaksanaan PPKM skala Mikro terhitung sejak 20 April dan kebijakan ini diambil selama 14 Hari.

Berdasarkan instruksi yang telah dikeluarkan langsung oleh Gubernur Kalbar, Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis memastikan bahwa Kabupaten Bengkayang siap mengikuti pemberlakuan PPKM skala Mikro.

Ia menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Bengkayang sudah menghimbau sesuai dengan surat edaran terkait PPKM disetiap desa-desa yang ada di Kabupaten Bengkayang.

“Tentunya, daerah-daerah yang dinyatakan desanya zona merah, maka langsung kita nyatakan zona merah. Kita juga akan membatasi alur keluar masuk ke situ,” ujar Darwis.

Baca juga: Progres Pembangunan PLBN Bengkayang, Tahap Pembebasan Lahan

Ketika daerah di Kabupaten Bengkayang didapati masuk kategori zona merah, Ia menegaskan akan melakukan Tracking dan Testing demi memastikan daerah-daerah yang terkonfirmasi.

“Ini (PPKM) penting juga kita lakukan agar wabah ini (Covid-19) tidak semakin meluas. Yang harus kita lakukan adalah memutus mata rantainya,” terangnya.

Pemberlakuan PPKM sudah mulai, lanjut Darwis, Pemerintah Kabupaten Bengkayang segera mengaktifkan Posko PPKM di perbatasan antara Kabupaten dan Kota wilayah Bengkayang.

“kita berbatasan langsung dengan Kota Singkawang, Kabupaten Landak, Kabupaten Sambas. Ini yang tentunya harus diperketat. Jadi, kita tahu setiap yang datang ke Bengkayang itu datang dari mana, asal mana, tujuannya apa,” ungkap Bupati Bengkayang ini.

“Dan tentunya setiap yang masuk tetap harus kita tracking,” tambah Darwis.

Darwis menjelaskan, penerapan Tracking ini akan menggunakan dana Recofusing yang tersisa kemudian dipergunakan membeli alat-alat untuk mendeteksi Virus COVID.

“Seperti GeNose yang nantinya bisa kita gunakan. Begitu pula pendeteksi lain seperti Antigen, serta chip untuk melakukan PCR yang kita targetkan bisa lakukan paling tidak untuk mengetes delapan orang dalam sehari,” Imbuh Darwis.

Sebastianus Darwis menghimbau kepada seluruh elemen di Pemerintah Kabupaten Bengkayang, kepada Tim Satuan Tugas Tingkat Kecamatan hingga desa bersama-sama melawan Pandemi COVID.

“Jadi kalau memang ada harus diberitahukan agar kita bisa mengambil langkah cepat. Terutama apabila daerah itu masuk zona merah yang berarti bahaya dan tak boleh dikunjungi,” pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved