Breaking News:

Beriktikaf Untuk Mendapat Pahala dan Mengikuti Sunah Nabi Muhammad

Ustaz Abu Abdillah Amir, alumnus Darul Hadits Ma’rib Yaman mengungkapkan jika tujuan iberiktikaf ialah agar lebih fokus untuk beribadah kepada Allah S

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ENDRO
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dalam mencari keridhoan dan pahala dari Allah SWT, banyak amalan yang bisa dilakukan oleh umat Islam. Satu diantaranya ialah beriktikaf yang disunahkan oleh nabi Muhammad shallahu’alaihi wasallam.

Ustaz Abu Abdillah Amir, alumnus Darul Hadits Ma’rib Yaman mengungkapkan jika tujuan iberiktikaf ialah agar lebih fokus untuk beribadah kepada Allah SWT. 

Berdasarkan riwayat dari Ibnu Umar, bahwa Umar bin Khatab pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Aku pernah bernadzar di zaman jahiliyah (sebelum masuk islam) utnuk melakukan i’tikaf semalam di masjidil haram?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Penuhi nadzarmu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca juga: Doa Buka Puasa Ramadhan Lengkap dengan Bacaan Niat Puasa Ramadan

"Iktikaf di 10 hari terakhir bulan ramadan disunahkan, yang paling afdol itikaf itu adalah full, mulai dari malam ke-10 sampai malam takbir, dia di mesjid terus tidak pulang, dia berdiam disebuah tempat, yakni di Masjid," katanya, Rabu 28 April 2021.

"Berbeda halnya jika tidak beriktikaf di rumah, kita tidak bisa maksimal ibadah, banyak gangguan, sementara di masjid kita bersemangat, waktu kita fokus ibadah kepada Allah SWT, membaca Alquran, berdzikir," tambahnya.

Walaupun demikian, Ustaz Abu Abdillah Amir menjelaskan jika iktikaf juga diperbolehkan jika hanya dilaksanakan pada hari-hari ganjil.

"Lalu bagaimana jika memilih itikaf diwaktu ganjil saja? Diboleh juga, karena iktikaf tidak ada batasan tertentu minimal atau maksimal, kapan pun waktu masuk masjid dia iktikaf, mendapat pahala iktikaf," terangnya.

"Yang kerja jika mau iktikaf malam saja boleh, misalnya ba'da Isya, niat iktikaf sampai subuh, juga dihitung sebagai pahala iktikaf," papar Ustaz Abu.

Lebih lanjut dikatakannya, keutamaan iktikaf secara khusus mencontoh nabi Muhammad shallahu’alaihi wasallam.

"Adapun keutamaan lain seperti dapat pahala sekian-sekian (jumlahnya, red) tidak ada dalilnya hanya mencontoh nabi Muhammad shallahu’alaihi wasallam. Kita iktikaf agar fokus ibadah, apalagi bertepatan dengan malam lailatul qadar, ibadahnya maksimal, akan mendapat pahala," tutupnya. (*)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved