Ramadan 2021
Ramadan Sebagai Pendidikan Terbaik di Masa Pandemi
Hal utama yang penting di tengah pandemi ini adalah “belajar” agar tetap bersabar dan optimis. Puasa yang diwajibkan bagi umat Islam, memiliki nilai p
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Ramadan merupakan bulan tarbiyah, mendidik hawa nafsu, menempa keinginan, kepentingan, dan prinsip hidup. Namun Era pandemi tentunya memberikan banyak perubahan dan berdampak pada setiap aspek kehidupan saat ini, khususnya pada tradisi dan ibadah kita selama di bulan suci.
Pandemi covid-19 saat ini kembali menjadi ujian bagi umat Islam dunia, tak terkecuali di Indonesia, terlebih lagi pada bulan suci ini. Dalam QS.2:155-156-157 disebutkan “Dan sungguh kami akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira bagi mereka yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata: Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali. Mereka itulah yang mendapatkan keberkahan dan rahmat dari Robb mereka, dan mereka itulah orang yang mendapatkan petunjuk”.
Hal utama yang penting di tengah pandemi ini adalah “belajar” agar tetap bersabar dan optimis. Puasa yang diwajibkan bagi umat Islam, memiliki nilai pendidikan tentang optimisme. Bagaimana kita harus bersabar menahan rasa haus, dahaga dan nafsu birahi sepanjang matahari di bumi khatulistiwa ini adalah ajaran untuk percaya dan meyakini bahwa kita mampu bertahan melalui berbagai ujian.
Kepercayaan bahwa waktu berbuka akan tiba bi idznillah, juga merupakan ajaran optimisme untuk selalu memandang ke depan dengan pandangan yang baik. Ibnu Sina berkata Khawatir adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh pengobatan, dan kesabaran adalah awal dari kesembuhan.”
Kita juga harus memaknai Ramadhan ini sebagai kesempatan. Kesempatan bagi kita untuk belajar dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih tangguh, sabar, dan tegar. Selama ini, kita mungkin terlupa menjadi manusia seutuhnya.
Baca juga: Kultum Ramadhan Hari ke 15 Puasa Ramadhan 2021/1442 H Tema Ceramah Kultum Ramadhan 2021
Banyak hal yang kita lupakan, kita abaikan, kita anggap tidak penting demi sesuatu yang kita kejar. Kita diminta untuk sadar, bahwa ternyata banyak sekali hal yang tidak dapat kita kendalikan, tidak sesuai dengan rencana dan harapan kita. Ini adalah waktu kita untuk menyadari, menerima, dan memperbaiki.
Apalagi di bulan Ramadan yang selalu menjadi bulan kita untuk melakukan “reset” dan menjadi manusia baru yang lebih baik.
Ramadan merupakan masa dimana kita dapat melakukan refleksi pada diri kita dan juga kehidupan spiritual kita. Ramadan mengajarkan kita untuk lebih dekat dengan Allah, pun dengan sesama. Ramadan mengajarkan kita untuk mampu mengelola diri, memberikan kesempatan pada diri kita untuk melakukan perenungan dan mengelola pikiran, keinginan, serta perilaku kita.
Bulan dimana kita diingatkan dengan lebih banyak kegiatan dan praktek untuk berbagi dengan sesama. Semoga, walaupun di era pandemi ini, kita tetap dapat mengambil manfaat dan hikmah dari apa yang selama ini kita lakukan. Tetap jalani kehidupan sesuai himbauan.
Berikan waktu bukan hanya untuk update informasi atau meningkatkan produktivitas, namun juga untuk rehat sejenak. Bukan hal yang tidak mungkin pada akhirnya kesempatan ini dapat membuat kita menjadi pribadi yang lebih tangguh, tegar dan taat.
Marilah kita bangun optimisme pada Ramadhan kali ini. Yakinlah Allah selalu hadir di tengah hamba-hamba-Nya yang selalu menghadirkan Allah SWT. Jadikan Ramadhan sebagai momentum untuk membangun semangat optimisme yang kuat dalam menghadapi pandemi, disertai dengan ikhtiar dan kekuatan doa (the miracle of doa).
Hiasilah Ramadhan dengan amalan ibadah, seperti tadarus al-Qur’an, sholat tarawih bersama keluarga, menghidupkan malam dengan dzikir mendengarkan kajian keagamaan via media sosial, dan jangan lupakan juga bersedekah. Jadikan Ramadhan ini sebagai Pendidikan terbaik untuk mengalahkan pandemik dan menjadi pribadi lebih baik.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “musibah dan bencana yang diterima dengan ikhlas karena Allah, lebih baik bagimu daripada nikmat-nikmat yang membuatmu lupa mengingat- Nya” Di antara faedah cobaan dan ujian hidup adalah akan dituliskannya pahala kebajikan dan diangkatnya derajat.
Jika dia bersabar. Rasulullah bersabda; Tidaklah seorang hamba ditimpa musibah lalu bersabar dan berdo’a; Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali. Ya Allah berilah aku pahala dalam musibah ini dan berikan padaku ganti yang lebih baik,melainkan Allah memberikan pahala dalam musibah itu dan akan menggantikannya dengan yang lebih baik baginya” (HR. Muslim). Yakinlah di balik ujian ini pasti ada keberkahan dan di balik kesusahan pasti akan hadir kemudahan diiringi dengan kebahagiaan.
Mari kita berdoa, Bukankah nabi Yunus ketika berdo’a di dalam perut ikan, akhirnya dikabulkan. Demikian pula do’a nabi Ayyub agar sembuh dari sakit parah bertahun-tahun akhirnya juga diperkenankan karena semua do’a hamba dikabulkan sebab Allah maha dekat, Dia mendengar setiap untaian do’a hamba-Nya, berjanji akan mengabulkannya, dengan firman-Nya; “Dan apabila hamba-Ku bertanya tentang Aku, maka katakanlah Aku dekat, akan aku perkenankan do’a orang yang berdo’a kepada-Ku” (Al-Baqoroh:186).
Terselip sebuah doa dan harapan, dengan hadirnya Ramadhan, wabah pandemi covid-19 segera sirna dan bumi ini segera pulih kembali. Semoga Allah SWT mengabulkan doa-doa kita. Aamin Ya Rabbal ‘Alamin. (*)