Breaking News:

PENAMPAKAN Alam Bawah Laut di Kedalaman 840 Meter, Lokasi KRI Nanggala 402 Terbelah jadi 3 Bagian

Ini juga yang menjadi salah satu alasan kenapa awak kapal selam KRI Nanggala-402 tidak dapat begitu saja keluar dari kapal selam.

Editor: Rizky Zulham
KompasTV
PENAMPAKAN Alam Bawah Laut di Kedalaman 840 Meter, Lokasi KRI Nanggala 402 Terbelah jadi 3 Bagian 

Dilansir Save the High Seas, bentuk kehidupan di laut berbeda dengan yang ada di daratan dan udara. Kehidupan di laut tidak bergantung pada fotosintesis dan matahari, tetapi energi kehidupan laut bergantung pada bahan kimia yang berasal dari bawah permukaan bumi.

Dari sekitar 500.000 hingga 10 juta spesies yang hidup di laut dalam, sebagian besar belum ditemukan.

Tekanan air di laut dalam

Selain itu, diberitakan Schmidt Ocean Institute, di kedalaman sekitar 850 meter kondisi air tidak seperti yang dirasakan di kolam renang.

Tekanan hidrostatis air meningkat sebanyak 1 atm setiap kedalaman 10 meter.

Jika tekanan di udara adalah 1 atm, maka tekanan di kedalaman 850 meter adalah 85 atm.

Atau untuk kedalaman di temukannya KRI Nanggala - 402 adalah 83 atm

Sementara manusia hanya bisa bertahan pada tekanan sekitar 3 hingga 4 atm.

Ini juga yang menjadi salah satu alasan kenapa awak kapal selam KRI Nanggala-402 tidak dapat begitu saja keluar dari kapal selam.

Berenang dalam air laut di kedalaman 850 adalah hal yang tidak mungkin bagi manusia, rasanya mungkin akan sama seperti dinjak 100 ekor gajah di kepala.

Saat air masuk ke kapal selam, kurang dari hitungan detik gendang telinga akan pecah, paru-paru akan termampatkan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa lalu pecah, selanjutkan akan diikuti oleh pembuluh darah dan organ seluruh tubuh yang ikut hancur.

Sehingga membuka pintu kapal selam dan berenang keluar adalah hal yang mustahil kecuali kapal selam tersebut masih berada di kedalaman dangkal.

Pembagian Zona Kedalaman Laut

Dilansir dari ilmugeografi.com Laut mempunyai kondisi topografi yang mirip dengan daratan. Maksudnya adalah dasar laut memiliki topografi yang tidak rata, sehingga ada yang dalam, ada yang sangat dalam, ada yang dangkal ataupun sangat dangkal.

Perbedaan mengenai kedalaman laut ini membuat laut dibedakan menjadi beberapa zona atau bagian yang berbeda- beda.

Perbedaan zona laut yang dilihat dari kedalamannya ini akan kita bahas pada kesempatan kali ini. berdasarkan kedalamnnya, laut menjadi beberapa zona antara lain sebagai berikut:

1. Zona Litoral atau Wilayah Pasang Surut

Pembagian zona kedalaman laut yang pertama adalah zona litoral.

Zona litoral juga dikenal sebagai wilayah pasang surutnya. Yang dimaksud dengan zona litoral adalah wilayah laut yang dapat tergenang oleh air apabila kondisi laut sedang mengalami pasang.

Namun ketika air laut surut, maka wilayah atau zona litoral ini berubah menjadi pantai. Maka dari itulah mengapa wilyah ini disebut sebagai zona pasang surut.

Pengaruh suhu udara beserta sinar matahari yang terdapat pada zona sangatlah kuat.

Zona litoral menjadi habitat bagi beberapa spesies laut, yakni berupa binatang maupun tumbuh- tumbuhan seperti bintang laut, udang, kepiting, cacing beserta bentos.

Beberapa dari binatang tersebut merupakan binatang yang bisa dimakan. Zona Litoral ini bisa dikatakan sebagai wilayah yang paling atas ataupun yang paling dekat dengan pantai ataupun daratan.

zona litoral ini juga disebut sebagai jalur pasang, yakni bagian cekungan lautan yang terletak diantara air pasang dan juga air surut. Zona litoral sering disebut juga sebagai pesisir pantai yang terdiri dari pasir pantai dan pecahan rumah- rumah karang.

2. Zona Neritik atau Wilayah Laut Dangkal

Daerah yang lebih dalam dari zona litoral adalah zona neritik. Zona neritik ini disebut juga sebagai wilayah laut dangkal. Disebut sebagai wilayah laut dangkal , karena wilayah ini mempunyai kedalaman hanya antara 50 hingga 200 meter.

Zona neritik adalah wilayah perairan dangkal yang letaknya dekat dengan pantai.

Kawasan zona neritik ini merupakan zona yang dapat ditembus oleh sinar matahari dengan sangat baik.

Karena tertembus oleh sinar matahari dengan sangat baik, maka zona neritik ini dijadikan sebagai habitat yang sangat cocok bagi berbagai jenis spesies laut, seperti ubur- ubur, fitoplankton, zooplankton, rumput laut dan lain sebagainya.

Zona neritik ini juga merupakan tempat dimana banyak jenis ikan yang ditangkap oleh nelayan. Beberapa faktor yang menyebabkan banyak ikan di zona ini antara lain adalah:

- Perairannya banyak mengandung oksigen
- Banyak terdapat plankton- plankton yang mengapung di permukaan air
- Banyak mendapatkan sinar matahari
- Itulah beberapa faktor yang menyebabkan banyak binatang maupun tumbuhan banyak ditemui di zona ini.

3. Zona Bathial atau Wilayah Laut Dalam

Setelah ada zona neritik, selanjutnya ada zona bathial. Zona bathial juga disebut sebagai zona laut dalam (baca: fungsi batas kelautan ZEE). Disebut sebagai zona laut dalam karena wilayah zona ini mempunyai kedalaman antara 200 hingga 2000 meter.

Karena kedalamannya yang semakin dalam, maka wilayah laut ini tidak dapat ditembus oleh sinar matahari. Oleh karena tidak dapat ditembus oleh sinar matahari, maka zona bathial ini tidak banyak dihuni oleh spesies binatang maupun tumbuhan sehingga tidak seramai zona neritik.

Jenis spesies tumbuhan sudah sangat jarang ditemukan di zona ini, namun spesies binatang laut (baik ikan maupun non ikan) masih lumayan banyak.

4. Zona Abisal atau Wilayah Laut Sangat Dalam

Pembagian laut berdasarkan kedalamannya, yang paling dalam adalah zona abisal. Zona abisal ini merupakam wilayah yang paling dalam dan sangat sangat gelap.

Oleh karena merupakan wilayah laut yang paling dalam maka wilayah ini mempunyai kedalaman lebih dari 2000 meter.

Karena sangat dalam, maka wilayah ini tidak mendapatkan penyinaran matahari sama sekali sehingga membuat wilayah ini sangat dingin karena mempunyai suhu yang sangat rendah. Karena letaknya yang sangat dalam maka sangat sulit ditemui oksigen di zona ini dan hal ini  pula yang menjadi penyebab tidak adanya spesies tumbuhan yang kita temukan di zona ini.

Selain itu, spesies binatang yang dapat hidup di zona inipun juga sangat sedikit.

Beberapa binatang yang dapat hidup di zona ini antara lain adalah angler fish.

Angler fish merupakan jenis ikan yang dapat menghasilkan cahayanya sendiri untuk dapat berkomunikasi. Selain itu, zona ini juga mempunyai tekanan air yang sangat besar.

Itulah beberapa pembagian laut berdasar pada kedalamannya yang bervariasi.

Dengan demikian kita bisa mengetahui karakteristik dari masing- masing wilayah laut. Semoga artikel yang ditulis ini bermanfaat bagi kita semua.

(*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved