Breaking News:

Impor Satu Juta Ton Beras, Daniel Johan : Bisa Baik, Bisa Buruk

Menurut Daniel, kedepan untuk kebijakan impor beras dilakukan harus benar-benar diperhatikan antara kebutuhan dan stok yang tersedia.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan . IST 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Republik Indonesia sempat berencana akan mengimpor beras satu juta ton dari negara lain.

Setelah mendapat pro kontra, Presiden Jokowi pun memastikan impor beras tidak akan dilakukan selama stok memang masih tersedia dan cukup.

Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan menilai jika impor tidak melulu buruk, juga tidak melulu baik.

Harus dikaji berbagai aspek agar impor yang dilakukan dapat berdampak positif kepada masyarakat dan negara

"Impor tidak harus selalu buruk, impor bisa baik, bisa buruk. Impor bisa menguntungkan posisi Indonesia, bisa merusak dan merugikan Indonesia, sehingga kebijakan impor harus kita pastikan adalah dalam posisi yang menguntungkan dan tidak menimbulkan kerugian bagi Indonesia dan para petaninya," kata Daniel, Selasa 27 April 2021.

Baca juga: Daniel Johan Dorong Pemerintah Giatkan Sosialisasi Karhutla pada Peladang

"Kita lihat, impor jadi menguntungkan pada saat supply lebih rendah daripada demand, artinya memang para petani kita tidak lagi memproduksi," tambah politik PKB ini.

Menurut Daniel, kedepan untuk kebijakan impor beras dilakukan harus benar-benar diperhatikan antara kebutuhan dan stok yang tersedia.

"Pada saat panen raya akan sangat merugikan, membuat para petani sengsara. Sehingga minimal yang kita sampaikan dan itu dilakukan pemerintah, jangan lakukan impor selama musim panen sampai awal juni. Nanti kita lihat awal juni apakah neraca beras benar negatif, namun jika tidak ya tidak perlu impor," tutupnya. (*)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved