Breaking News:

Hingga April 2021 Kalbar Telah Ekspor 25 Ton Arwana

Jadi ekspornya dari daerah lain, sehingga Kalbar tidak mendapatkan apa-apa atas hasil produksi daerah mereka sendiri

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji saat menerima audiensi dari General Manager (GM) Garuda Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Pontianak, Herman Azwar di ruang kerjanya, Selasa 27 April 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji menerima audiensi dari General Manager (GM) Garuda Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Pontianak, Herman Azwar di ruang kerjanya, Selasa 27 April 2021.

General Manager (GM) Garuda Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Pontianak, Herman Azwar menjelaskan kunjungan kerja kali ini membicarakan potensi komiditi atau hasil alam di Kalbar yang cukup besar untuk di ekspor.

Satu diantaranya berdasarkan data dari PT. Garuda Indonesia Tbk untuk ekspor seperti arwana pada awal tahun ini hingga bulan April telah mengekspor arwana sebanyak puluhan ton yang dikirim ke luar negeri.

"Berdasarkan data kita untuk ekspor, seperti arwana dari periode bulan Januari sampai bulan April 2021, sebanyak 25 ton. Tapi ada sebagian ekspor dari Jakarta dan tidak melalui Kalbar, sehingga harapan kami semuanya ekspor bisa melalui Kalbar," ujarnya.

Baca juga: Paling Laku di Pasar Ekspor, Ikan Semah di Kapuas Hulu Dihargai 1,3 Juta Rupiah Per Kilogram

"Kami sekaligus meminta arahan dan dukungan terkait dengan ekspor dari Kalbar, karena potensi komoditi atau hasil alam di Kalbar ini cukup besar. Contoh seperti biji pinang, arwana, akar bajakah, dan kratom dan banyak lainnya. Itu potensi ekspornya besar sekali," ungkapnya.

Herman Azwar menambahkan, saat ini PT Garuda Indonesia Tbk memperhatikan komoditi ekspor itu tidak langsung dari Kalbar, melainkan harus ekpor keluar negeri melalui daerah lain.

"Saat ini kami memperhatikan ekspor komoditi tersebut tidak dari Kalbar. Jadi ekspornya dari daerah lain, sehingga Kalbar tidak mendapatkan apa-apa atas hasil produksi daerah mereka sendiri. Itu salah satu yang kami sampaikan kepada Pak Gubernur dan ingin meminta dukungan untuk potensi ekspor tersebut," jelasnya.

Sedangkan untuk ekspor kratom, Herman menambahkan, sangat besar.

Hal ini karena Kalbar merupakan provinsi produsen kratom.

Diakuinya untuk ekspor kratom sendiri mempunyai kendala pada beberapa regulasi di negara-negara transit untuk ekspor melalui jalur udara.

"Negara-negara transit tersebut saat ini banyak yang tidak menerima komoditi kratom di negara mereka, maupun maskapai penerbangan untuk melanjutkan penerbangan ke negara tujuan. Sedangkan negara seperti Amerika Serikat sendiri, kratom sangat diterima" pungkasnya. (*)

Penulis: Anggita Putri
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved