Breaking News:

Bank Indonesia Sebut Inflasi Kalbar Sepanjang Tahun Ini Terkendali

Ke depan Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah daerah guna memastikan inflasi 2021 tetap rendah dan stabil

TRIBUN PONTIANAK/NINA SORAYA
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar Agus Chusaini (kanan) saat menyampaikan keterangan pers terkait inflasi di Kalbar pada Senin, 26 April 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Agus Chusaini, mengatakan untuk tekanan harga di Kalbar pada Maret 2021 menurun atau terkendali.

Pergerakan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kalimantan Barat pada Maret 2021 mencatatkan deflasi sebesar 0,16 persen (MTM).

Sementara untuk inflasi sepanjang 2021 sebesar 1,02 persen (yoy).

Revisi Angka Pertumbuhan Ekonomi Nasional, BI Pastikan Tak Akan Pengaruhi Kalbar

“Adapun komoditas penyumbang deflasi Kalbar yakni daging ayam ras, udang basah, bahan bakar rumah tangga, mobil dan jeruk,” jelasnya dalam konferensi pers pada Senin, 26 April 2021.

Secara spasial, inflasi di Pontianak tercatat sebesar -0,05 persen (MTM), Singkawang sebesar -050 persen (MTM) dan Sintang sebesar -0,39 persen (MTM).

Harga Tiket Pesawat Turun Sumbang Deflasi bagi Kalbar pada Januari

“Ke depan Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah daerah guna memastikan inflasi 2021 tetap rendah dan stabil dalam sasarannya sebesar 3,0 persen plus minus 1 persen,” tegas Agus Chusaini.

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar menyampaikan bahwa pada Maret 2021 di Kalimantan Barat (gabungan 3 kota) terjadi deflasi sebesar 0,16 persen dengan Indeks Harga
Konsumen (IHK) 106,30.

Harga Cabai Tinggi Sebabkan Inflasi, Sekda Sintang Temui Petani Cabai

Kepala BPS Kalbar, Moh Wahyu Yulianto mengatakan deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks pada empat kelompok pengeluaran.

“Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks berturut-turut dari yang tertinggi yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,31 persen; kelompok transportasi sebesar 0,30 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,28 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,01 persen,” jelasnya pada awal April lalu.

Tekan Laju Inflasi 2021, Dewan Pontianak Sarankan Pemkot Monitor Stok dan Harga

Sebaliknya, empat kelompok pengeluaran lainnya mengalami peningkatan indeks yaitu kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,25 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,12 persen. 

Kelompok kesehatan sebesar 0,08 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,02 persen.

Inflasi Kalbar 1,74%, Bank Indonesia: Masih Dalam Range

Sementara itu, tiga kelompok pengeluaran tidak mengalami perubahan indeks yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; dan kelompok pendidikan.

“Tingkat inflasi tahun kalender sampai dengan Maret 2021 sebesar -0,11 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Maret 2021 terhadap Maret 2020) sebesar 1,02 persen,” papar Wahyu Yulianto.

Penulis: Nina Soraya
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved