Breaking News:

Ramadan 2021

53 ABK KRI Nanggala 402 Apakah Mati Syahid? Begini Penjelasannya

Semua komponen bangsa hingga saat ini juga tetap berdoa dan berharap ke 53 awak kapal ada keajaiban dari Allah SWT, sehingga ditemukan dengan selamat.

YOUTUBE TRIBUN PONTIANAK
Sejumlah barang yang diduga kuat merupakan bagian dari kapal selam KRI Nanggala-402 ditemukan dalam pencarian. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Indonesia baru saja mengalami kecelakaan kapal selam yakni KRI Nanggala 402 yang hilang kontak di Laut Bali. Kabarnya kapal yang membawa 53 ABK tersebut ditemukan terbelah.

Apakah 53 awak kapal yang gugur tersebut mati syahid? Berikut penjelasannya.

Tribunners :
Asalamualaikum Ustaz. Bangsa Indonesia khususnya warga TNI AL mengalami musibah dimana kapal selam KRI Nanggala 402 tenggelam ke dasar laut dan kemungkinan 53 ABK meninggal dunia.

Mereka sedang dalam misi latihan tempur dan menjalankan ibadah puasa Ramadhan hingga mereka dinyatakan gugur. Mohon penjelasan apakah mereka dapat dikatakan mati syahid atau tidak. Terima kasih Ustaz.
Untun
08565223××××

Ketua DPW LDII Kalbar, Susanto :
Belum lama ini kita mendapat kabar atas musibah KRI Nanggala 402 bersama 53 awak kapal yang dinyatakan tenggelam, setelah mengalami hilang kontak.

Berita duka ini bukan saja keluarga yang merasakan kesedihan, melainkan seluruh bangsa Indonesia, mengingat 53 awak tersebut para prajurit terbaik yang dimiliki TNI AL.

Semua komponen bangsa hingga saat ini juga tetap berdoa dan berharap ke 53 awak kapal ada keajaiban dari Allah SWT, sehingga ditemukan dengan selamat.

Apabila ditakdirkan gugur, mereka akan mendapatkan keistimewaan, karena tergolong mati syahid.

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda "Mati syahid ada tujuh jenis, selain terbunuh di jalan Allah, yakni mati karena wabah (thoun), dia syahid.

Baca juga: PAKAR Jelaskan Kerusakan KRI Nanggala 402 Hingga Tenggelam, Terjadi Keretakan di Kapal

Mati tenggelam, dia syahid, mati karena lambung (tumor/kanker), syahid, mati sakit perut, dia syahid, mati terbakar, dia syahid, mati tertimpa reruntuhan, dia syahid dan perempuan yang meninggal karena melahirkan, dia syahid. (HR Abu Daud)

Dari aspek musibah tenggelam saja sudah terpenuhi kriteria atau kategori mati syahid.

Belum lagi dikaitkan dengan gugur dalam menjalankan tugas negara sebagai amanah yang diberikan negara serta gugur di bulan ramadhan yang penuh kemuliaan ini.

Dengan demikian mereka meninggal tengah menjalankan kebaikan dan berdasarkan sabda Rasulullah “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya.” maka mereka juga dapat ditegaskan meninggal dalam keadaan husnul khatimah. (*)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved