Breaking News:

Terbaru, Sinyal Gelombang Kapal Selam KRI Nanggala 402 Belum Ditemukan, Kru Akan Krisis Oksigen

Dr Robert Farley, seorang dosen di University of Kentucky yang telah menulis tentang subjek tersebut, mengatakan bahwa kapal selam sangat sulit dilaca

Penulis: Marlen Sitinjak | Editor: Maudy Asri Gita Utami
KOMPAS/DWI BAYU RADIUS
Kapal selam KRI Nanggala-402 bertolak dari Pelabuhan Indah Kiat, Cilegon, Banten, Sabtu (6/9/2014). Kegiatan itu bagian dari penyematan brevet kehormatan Hiu Kencana kepada Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Tim terus melakukan berbagai upaya untuk mendeteksi keberadaan KRI Nanggala 402 yang hilang kontak di perairan lautan Bali, Rabu 21 April 2021 pagi.

Pencarian kapal selam ini tergolong cukup sulit, mengingat pada dasarnya kapal selam dibangun untuk sulit dideteksi musuh.

Merujuk pada peristiwa serupa 15 November 2017 silam ketika kapal selam milik Argentina ARA San Juan menghilang di Atlantik lepas pantai Argentina.

Kapal selam ARA San Juan menghilang 430km (270 mil) di lepas pantai Argentina pada 15 November 2017.

Baca juga: 4 FAKTA Hilangnya KRI Nanggala 402 & Oksigen Dalam Kapal Bertahan Hingga Pukul 03.00 Sabtu 24 April

Angkatan laut menghentikan misi penyelamatannya dua pekan setelah kapal selam itu menghilang.

Namun, setahun setelah hilang, para pejabat mengumumkan telah ditemukan 800m (2.620 kaki) di bawah permukaan Samudra Atlantik.

Menurut tweet dari angkatan laut Argentina, ARA San Juan telah diidentifikasi secara positif di bawah air oleh perusahaan AS.

Mengapa sangat sulit dideteksi?

Kapal selam dibangun agar sulit ditemukan. Peran mereka sering kali berpartisipasi dalam operasi pengawasan rahasia.

Dr Robert Farley, seorang dosen di University of Kentucky yang telah menulis tentang subjek tersebut, mengatakan bahwa kapal selam sangat sulit dilacak jika berada di dasar laut karena dalam keadaan seperti itu tidak akan menimbulkan suara.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved