Breaking News:

Sidang Sengketa Lahan, Antara Anak Gugat Orangtua

Kuasa hukum tergugat menerangkan, awal mulanya kasus ini terjadi oleh orangtuanya memberikan peminjaman tanah, yang memiliki luas 8x20 meter persegi y

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kuasa Hukum Tergugat, Agustiawan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Pengadilan Negeri Bengkayang menggelar sidang Sengketa lahan pembangunan rumah walet antara anak menggugat orang tua, Jumat 23 April 2021.

Kuasa hukum tergugat dalam sidang sengketa lahan ini, Agustiawan mengungkapkan sidang gugatan ini diajukan dan dilayangkan oleh seorang anak kandung kepada orangtua dan adik bungsunya.

"tergugat, orangtuanya berinisial LKF dan adik bungsunya TDF, digugat oleh anak nomor delapan LKF," terang Agustiawan saat ditemui awak media di Kantor Pengadilan Negeri Bengkayang di jalan Guna Baru Rangkang, Sebalo, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang.

Kuasa hukum tergugat menerangkan, awal mulanya kasus ini terjadi oleh orangtuanya memberikan peminjaman tanah, yang memiliki luas 8x20 meter persegi yang digunakan untuk pembangunan rumah walet, dan tanah itupun tidak harus dimiliki. Kemudian dalam gugatan itupun, menjadi setengah hektar dari luas 2,5 hektar.

Ia juga menambahkan, perkara tersebut bermula dari adanya kecemburuan sosial terkait persoalan tanah warisan.

"Orang mereka masih hidup dan masih atas nama beliau (bapaknya) belum ada dibagi-bagi perihal warisan, pihak pengacara juga bingung, apa motivasi penggugat mengajukan gugatan," ungkapnya.

Kuasa hukum tergugat ini menyebut, saat dilakukan proses sidang di pengadilan pihaknya menilai bahwa gugatan ini masih terlihat samar-samar karena tidak terlihat jelas sengketa yang diajukan dan lokasi, luas serta wilayah tidak secara mendetail diperlihatkan.

Baca juga: Batan Teliti Kelayakan Tapak PLTN di Pantai Gosong Bengkayang

"Sangat disayangkan perkara ini terjadi. Namun pihak menggugat bersikeras menyelesaikan di persidangan," tambahnya.

Kemudian, Kuasa Hukum tergugat lainnya Hendrikjon Hasugian juga mengungkapkan, bahwa perkara seperti ini sepantasnya tidak terjadi.

"Sepantasnya tidak terjadi hal seperti ini, meski demikian hal ini sering terjadi di sekeliling kita. Saat ini anak menggugat orang tua menjadi hal yang biasa, artinya mereka taat hukum," ujar Hendrikjon.

Sebelumnya perkara ini bergulir dipersidangan, lanjut Hendrikjon, pihaknya sudah berupaya memberikan ruang mediasi kepada kedua belah pihak. Namun, dari penggugat masih bersikeras agar masalah tersebut tetap digulirkan ke persidangan.

"Kita sudah mengupayakan untuk mediasi, hingga tiga kali, namun, tidak mencapai kesepakatan. Oleh karenanya berlanjut ke pokok perkara," jelasnya.

Kemudian, Humas Pengadilan Negeri Bengkayang Doni Silalahi saat dikonfirmasi menyatakan bahwa sidang perdana ini mengenai sengketa pembangunan sebuah rumah walet, antara orangtua dan anaknya. Pada perkara ini, ia mengungkapkan belum bisa menjelaskan lebih banyak terkait hasil persidangan.

"Sidang perdana sudah selesai, namun belum ada titik terang, jika kedua belah pihak membutuhkan ruang mediasi, pengadilan menyediakan tempat bagi para pihak untuk saling bertemu," pungkasnya. (*)

Penulis: Jovi Lasta
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved