Breaking News:

Kapal Selam Didesain Sulit Dilacak, Lalu Bagaimana Cara Deteksi Kapal Selam Nanggala 402 yang Hilang

Dengan kemungkinan kekurangan oksigen dan penumpukan karbon monoksida, mati lemas adalah risiko nomor satu.

GRAFIS TRIBUN
Melacak Kapal Selam KRI Nanggala 402. Kapal selam berjuluk 'Monster Laut' itu dilaporkan hilang kontak pada Rabu 21 April 2021 pagi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Tim terus melakukan berbagai upaya untuk mendeteksi keberadaan KRI Nanggala 402 yang hilang kontak di perairan lautan Bali, Rabu 21 April 2021 pagi.

Pencarian kapal selam ini tergolong cukup sulit, mengingat pada dasarnya kapal selam dibangun untuk sulit dideteksi musuh.

Merujuk pada peristiwa serupa 15 November 2017 silam ketika kapal selam milik Argentina ARA San Juan menghilang di Atlantik lepas pantai Argentina.

Kapal selam ARA San Juan menghilang 430km (270 mil) di lepas pantai Argentina pada 15 November 2017.

Angkatan laut menghentikan misi penyelamatannya dua pekan setelah kapal selam itu menghilang.

Baca juga: Tragedi Kapal Selam Hilang Kontak dan Seluruh Awak di Dalamnya Meninggal Dunia Kehabisan Oksigen

Namun, setahun setelah hilang, para pejabat mengumumkan telah ditemukan 800m (2.620 kaki) di bawah permukaan Samudra Atlantik.

Menurut tweet dari angkatan laut Argentina, ARA San Juan telah diidentifikasi secara positif di bawah air oleh perusahaan AS.

Mengapa sangat sulit dideteksi?

Kapal selam dibangun agar sulit ditemukan. Peran mereka sering kali berpartisipasi dalam operasi pengawasan rahasia.

Dr Robert Farley, seorang dosen di University of Kentucky yang telah menulis tentang subjek tersebut, mengatakan bahwa kapal selam sangat sulit dilacak jika berada di dasar laut karena dalam keadaan seperti itu tidak akan menimbulkan suara.

Halaman
1234
Penulis: Marlen Sitinjak
Editor: Marlen Sitinjak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved