Breaking News:

Sindikat Mafia Tanah di Kalbar Terkuak, Polda Tetapkan 4 Tersangka dan Jabarkan Modusnya

Dari hasil pengembangan penyelidikan, petugas berhasil mendapatkan 147 dokumen sertifikat tanah yang diduga keras sudah di palsukan oleh pelaku A.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferryanto
Konferensi Pers pengungkapan kasus mafia Tanah di Kabupaten Kubu Raya, Kalbar yang di ungkap Satgas Anti Mafia Tanah, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar, Kamis 22 April 2021. Tribun Pontianak Ferryanto. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Satuan Tugas Anti Mafia Tanah dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar berhasil mengungkap kasus sindikat Mafia Tanah di wilayah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Dari hasil penyelidikan, Satgas Anti Mafia Tanah mengungkap tindak pidana pemalsuan surat terkait sertifikat hak milik pada proses Ajudikasi pertanahan Tahun 2008 di Desa Sungai Durian, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Atas kasus tersebut, Kepolisian menetapkan 4 (empat) orang tersangka yang terdiri A seorang mantan Pegawai BPN Kabupaten Kubu Raya, sekaligus ketua Ajudikasi Desa Sungai Durian, Kabupaten Kubu Raya.

Kedua UF merupakan kepala Desa Sungai Durian pada tahun 2008, ketiga H pemegang sertifikat tanah, dan kemudian T, dimana keduanya merupakan keluarga dari A.

Baca juga: Pemprov Kalbar Alokasikan Dana 81 Miliar Rupiah, Dukung Pemulihan Ekonomi Daerah Tahun 2021

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar Komisaris Besar Lutfi Sulistiawan saat konferensi pers di Polda Kalbar Kamis 22 April 2021 menjelaskan, kasus mafia tanah ini terkuak saat ada pemilik tanah di Desa Sungai Durian, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya selaku korban hendak menjual tanah miliknya.

Namun, saat korban hendak menjual, dan ketika di lakukan pengecekan di BPN, ternyata terdapat sertifikat lain, atas hal tersebut korban membuat laporan ke Polda Kalbar.

"Mulanya kita mendapatkan laporan dari korban, dengan jumlah 11 sertifikat, dari jumlah tersebut kita telusuri, bekerja sama dengan BPN, akhirnya berhasil mengamankan tersangka A, yang ternyata merupakan mantan pegawai BPN Kubu Raya dan ketua Tim Ajudikasi pada tahun 2008 di desa Sungai Durian,"ujar Kombepol Lutfi Sulistiawan.

Lutfi mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan ternyata A sendiri pada tahun 2014 pernah menjalani proses hukum dan di vonis dua tahun penjara atas kasus yang sama, dan atas hal kasus tersebut A di berhentikan secara tidak hormat dari BPN pada tahun 2015.

Dari hasil pengembangan penyelidikan, petugas berhasil mendapatkan 147 dokumen sertifikat tanah yang diduga keras sudah di palsukan oleh pelaku A.

Dari 147 Sertifikat tersebut, sebanyak 83 berkas sudah berhasil teridentifikasi siapa pemilik asli, sementara sisanya masih dilakukan penelusuran.

Halaman
12
Penulis: Ferryanto
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved