Breaking News:

Satgas Penanganan COVID 19 Kabupaten Sanggau Lakukan Razia dan Penegakan Disiplin Prokes

Sejumlah warga yang melanggar Prokes langsung dilakukan Rapid Antigen di mobile PCR yang mengikuti kegiatan razia. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupate

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sanggau saat melakukan razia dan penegakan disiplin protokol kesehatan (Prokes) di sejumlah titik di Kota Sanggau, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Rabu 21 April 2021 Malam. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sanggau melakukan razia dan penegakan disiplin protokol kesehatan (Prokes) di sejumlah titik di Kota Sanggau, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Rabu 21 April 2021 Malam. Razia digelar selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro.

Sejumlah warga yang melanggar Prokes langsung dilakukan Rapid Antigen di mobile PCR yang mengikuti kegiatan razia. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Ginting menyampaikan bahwa razia dan penegakan disiplin Prokes dilakukan karena beberapa pertimbangan.

Antara lain, lanjutnya, lonjakan kasus konfirmasi positif Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir dan instruksi Menteri Dalam Negeri untuk melakukan PPKM skala Mikro serta arahan Gubernur Kalbar selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi.

Baca juga: Disbunak Sanggau Sebut Stok Ayam Potong dan Telur Ayam Aman Hingga Lebaran

“Implementasi dari beberapa hal tersebut, kita melaksanakan razia terpadu. Terpadu dari sisi personil yang diturunkan, terpadu selanjutnya kita melakukan testing dan tracing secara massif. Kita tracing orang-orang yang melanggar Prokes, dan langsung kita testing dengan Rapid Antigen,”katanya, Kamis 22 April 2021.

Ginting menambahkan bahwa selama PPKM skala Mikro diterapkan juga jam malam. Operasional tempat usaha pada saat PPKM skala Mikro dibatasi sampai pukul 21.00 Wib dan wajib menerapkan Prokes yang lebih ketat baik kepada pengunjung maupun pemilik.

“PPKM skala Mikro yang kita mulai hari ini selama 14 hari sampai tanggal 3 Mei, Setelah itu kita evaluasi lagi,"ujarnya. 

Ginting menjelaskan, Hasil tracing dan testing malam ini, kita jaring 31 pengunjung tempat usaha yang tidak mematuhi prokes, satu orang positif dan kita lanjutkan dengan pemeriksaan Swab PCR.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, Siron menyampaikan bahwa pada pekan pertama PPKM skala Mikro, penegakan disiplin prokes, tracing dan testing diintensifkan di Kecamatan Kapuas.

“Minggu kedua nanti Kecamatan Parindu, Tayan Hilir, Tayan Hulu, Sekayam dan Entikong. Sasarannya warung kopi, tempat makan, dan toko-toko, pukul 21.00 Wib malam harus tutup,"katanya.

Bagi yang melanggar, lanjutnya, kita ada Perbup Sanggau Nomor 47 Tahun 2020. "Sanksinya bisa sampai pencabutan ijin tempat usaha yang melanggar prokes," pungkasnya. (*)

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved